alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemkab Gresik Bagi Kondom ke Warganya Agar Tunda Kehamilan Dulu Selama Pandemi Covid-19

Muhammad Taufiq Senin, 06 September 2021 | 17:11 WIB

Pemkab Gresik Bagi Kondom ke Warganya Agar Tunda Kehamilan Dulu Selama Pandemi Covid-19
Pembagian kondom gratis di Gresik [SuaraJatim/Amin Alamsyah]

Di Gresik selama bulan Juli dan Agustus ada sebanyak 30 ibu hamil yang meninggal karena terpapar Covid-19.

SuaraJatim.id - Selain penyakit komorbid, ibu hamil juga dinggap paling rentan terkena Covid-19. Di Kabupaten Gresik saja, selama bulan Juli dan Agustus ada sebanyak 30 ibu hamil yang meninggal karena terpapar Covid-19.

Untuk mengurangi resiko tingginya kematian ibu hamil, akibat terpepar Covid-19, Pemkab Gresik membagikan ribuan kondom. Pembagian alat kontrasepsi dimaksudkan agar warga melakukan penundaan hamil selama pandemi Covid-19.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan ada ribuan alat kontrasepsi yang sudah dibagikan ke warga. Diantaranya berupa kondom, suntikan dan pil. Diharapkan dengan pembagian alat kontrasepsi, masyarakat yang berusia produktif menunda kehamilan.

"Selama satu tahun ada 40 ibu hamil yang tercatat meninggal karena covid-19. Supaya tidak terjadi hal demikian, kami mengimbau kepada masyarakat agar menunda kehamilan," katanya di hadapan awak media, Senin (6/9/2021).

Baca Juga: Peduli Warga Terdampak Covid-19, Semen Gresik Salurkan 2.000 Paket Sembako

Lebih lanjut, alat kontrasepsi selain diberikan masyarakat langsung, juga akan dibagikan di pelayanan kesehatan seperti puskesmas. Ada sebanyak 55 fasilitas kesehatan, 32 puseksmas, rumah sakit dan klinik yang didroping alat kontrasepsi.

"Kita dropping disana secara gratis. Nantin Faskes gratis, dropping kondom, suntik, pil juga," terangnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani menegaskan, angka kehamilan sangat tinggi di tengah pandemi Covid-19. Membagikan alat kontrasepsi kepada masyarakat yang telah menikah di usia subur merupakan upaya jemput bola.

"Bahwa lebih baik menunda kehamilan, merupakan upaya preventif menekan angka kematian. Saya rasa ini wujud pemerintah melalui KBPPA mencegah kematian ibu hamil. Mensukseskan mensosialisasikan, gebrakan ini butuh peran tokoh masyarakat, kemudian fatayat, muslimat," katanya.

Kontributor : Amin Alamsyah

Baca Juga: 7 Mitos dan Fakta Seputar Kondom yang Kerap Salah Kaprah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait