Momen Langka! Ini Penyebab Sekawanan Hiu Tutul Menepi di Perairan Lamongan

Sejumlah orang di kawasan perairan pantai di Desa Kemantren Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dihebohkan dengan penampakan sejumlah hiu tutul.

Muhammad Taufiq
Kamis, 09 September 2021 | 12:00 WIB
Momen Langka! Ini Penyebab Sekawanan Hiu Tutul Menepi di Perairan Lamongan
Salah penampakan hiu tutul di perairan Lamongan [Foto: Beritajatim]

SuaraJatim.id - Sejumlah orang di kawasan perairan pantai di Desa Kemantren Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dihebohkan dengan penampakan sejumlah hiu tutul.

Mereka pun ramai-ramai mengabadikan fenomena jarang tersebut dengan kamera. Setidaknya ada empat hiu yang dilihat warga, mulai dari ukuran kecil dengan panjang 5 meter sampai paling gede berukuran panjang sekitar 10 meter.

Terkait fenomena ini, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Surabaya Bidang Wilayah II BBKSDA Jatim, Dodit Ari Guntoro, mengatakan kalau penyebab sekelompok hiu tutul tersebut muncul di perairan Paciran ini karena beberapa faktor.

"Hiu tutul yang menepi ke pantai ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah peralihan musim yang mempengaruhi temperatur air laut, hingga menyebabkan hiu mencari makan dengan mengikuti perubahan temperatur air itu," katanya, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Kamis (09/09/2021).

Baca Juga:Terungkap! Heboh Temuan Koin Kuno di Lamongan Ternyata Peninggalan Dinasti Song

Lebih lanjut, Dodit menjelaskan, penyebab lain yang membuat ikan-ikan tersebut menepi adalah karena terjadinya kesalahan navigasi, di mana ada aspek-aspek tertentu dari garis pantai atau dasar laut yang kemudian membingungkan hiu tutul tersebut.

"Adakalanya hal ini terjadi karena kesalahan navigasi, atau karena makanan atau mencari plankton, serta unsur lainnya seperti usia ataupun mengikuti pemimpin kelompok. Seperti yang kita tahu, bahwa hiu maupun paus memiliki cara berkomunikasi dan navigasi melalui pantulan suara," ujarnya memungkasi.

Sebelumnya, sejumlah warga di Paciran mengaku melihat penampakan sekawanan hiu tutul. Mereka juga berhasil mengabadikan momen langka tersebut. Salah satunya pegawai PT Dock Pantai Lamongan, Andik Sunaryo.

"Pas lagi kerja dan hendak sandarkan kapal, saya mengetahui ikan hiu tutul tersebut, lalu saya langsung merekamnya, ukurannya sangat besar, yang paling kecil aja panjangnya di atas 5 meteran," ujarnya.

Tak hanya Andik, pegawai lainnya bernama Saipul, yang juga warga asal Desa Kemantren turut merekam keberadaan ikan besar yang menepi sekitar 500 meter sampai 1 kilometer dari bibir pantai tersebut.

Baca Juga:Alhamdulillah! Pertama di Pulau Jawa, Lamongan Masuk Daerah Level 1 PPKM

"Iya mas, pertama ada 2 ekor, lalu datang lagi jumlahnya 4, dengan ukuran yang berbeda-beda, ada yang sampai ukurannya 10 meter lebih. Ikan-ikan itu mendekat saat kapal kami lewat," kata Saipul.

Penampakan hiu tutul tersebut menjadi momen yang langka, keberadaannya bisa dilihat dari jarak dekat oleh warga dan nelayan setempat. Hiu-hiu itu sempat menepi beberapa jam di kawasan perairan dangkal pantai Paciran, namun kembali ke tengah laut saat petang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak