alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Update Fakta-fakta Terbaru Kondisi Pandemi COVID-19 di Seluruh Dunia

Muhammad Taufiq Selasa, 14 September 2021 | 16:46 WIB

Update Fakta-fakta Terbaru Kondisi Pandemi COVID-19 di Seluruh Dunia
Ilustrasi Covid-19 di Hong Kong. (Dok. ANTARA)

Sampai saat ini pandemi Covid-19 belum usai. Sejumlah negara besar di dunia masih berjibaku perang melawan pagebluk yang melanda bumi sejak akhir 2019 lalu itu.

SuaraJatim.id - Sampai saat ini pandemi Covid-19 di seluruh dunia belum usai. Sejumlah negara besar di dunia masih berjibaku perang melawan pagebluk yang melanda bumi sejak akhir 2019 lalu itu.

Nah, bagaimana kondisi terkini pandemi virus yang sejauh ini masih diyakini berasal dari Wuhan China itu? Berikut ini fakta-fakta terbar terkait pandemi COVID-19 dari berbagai wilayah dunia.

Eropa

* Pemerintah Inggris menawarkan suntikan vaksin COVID-19 pada semua anak berusia 12-15 tahun.

Baca Juga: Tak Terkendali! Sebanyak 698 Pasien Covid-19 di Yogya Meninggal Saat Isoman

* Perdana Menteri Boris Johnson akan mengumumkan rencana Inggris untuk memberikan vaksin booster (penguat) pada warga yang paling rentan dan lanjut usia sebagai bagian dari strategi menghadapi virus corona di musim dingin.

* Ukraina telah memutuskan untuk memberlakukan penggunaan "paspor vaksin" untuk memverifikasi status vaksinasi penduduknya.

Asia Pasifik

* India dan Amerika Serikat terus berkomunikasi untuk membahas pasokan vaksin dan jadwal untuk memulai lagi ekspor vaksin, kata seorang pejabat senior pemerintah AS.

* Kasus infeksi di Sydney naik dengan laju paling lambat selama hampir dua pekan pada Selasa. Namun, para pejabat mengatakan mereka perlu melihat penurunan yang stabil dalam kasus harian sebelum memutuskan apakah kurva infeksi telah mendatar setelah 12 pekan lockdown.

Baca Juga: INFOGRAFIS : Cegah Anak Terpapar Covid-19

* Perdana Menteri Jacinda Ardern meminta warga Selandia Baru untuk segera menjalani vaksinasi karena itu adalah satu-satunya cara untuk menahan penyebaran COVID-19 dan menjadi syarat dicabutnya pembatasan di kota terbesar, Auckland.

* Kasus lokal baru COVID-19 meningkat lebih dari dua kali lipat di provinsi Fujian, China. Para pejabat setempat akan segera meluncurkan langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran virus, termasuk pembatasan perjalanan.

Amerika

* Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDS) memperingatkan warga Amerika agar tidak bepergian ke Afghanistan, Albania, Serbia, Belize, Lithuania, dan empat negara lainnya berdasarkan kekhawatiran terhadap COVID-19.

* Badan AS yang ditugaskan untuk mengawasi kewajiban vaksinasi COVID-19 di sektor bisnis swasta dinilai akan menghadapi tantangan berat dalam menegakkan aturan tersebut.

* Gubernur Florida, AS, Ron DeSantis mengancam untuk mengenakan denda pada pemerintah kota dan daerah yang mewajibkan pegawainya untuk divaksinasi.

Timur Tengah dan Afrika

* Sekitar satu dari 10 anak masih mengalami gejala setelah pulih dari COVID-19, meskipun jumlah itu turun lebih dari setengahnya seiring berjalannya waktu, menurut survei kementerian kesehatan Israel.

* Presiden Kongo Felix Tshisekedi telah menerima dosis pertama vaksin Moderna setelah enam bulan menunggu karena enggan disuntik dengan vaksin AstraZeneca.

Perkembangan Medis

* Keguguran tidak lebih banyak terjadi pada wanita hamil penerima vaksin COVID-19 berbasis mRNA, kata sebuah penelitian.

* Produsen obat Merck & Co mengatakan pihaknya melihat kemungkinan molnupiravir, obat antivirus COVID-19 eksperimental yang dikembangkannya, mendapatkan izin penggunaan darurat di AS sebelum akhir tahun.

Dampak Ekonomi

* Pasar saham Asia bervariasi dan dolar AS bertahan stabil pada perdagangan Selasa, ketika investor menunggu data inflasi AS sebagai petunjuk lebih lanjut tentang kapan bank sentral AS akan mengurangi stimulus.

* Pejabat tinggi bank sentral Australia mengatakan lockdown akan menyebabkan kontraksi tajam terhadap ekonomi kuartal ini. Namun dia yakin ekonomi akan pulih dengan cepat setelah pembatasan dilonggarkan dalam beberapa bulan mendatang.

* Ekonomi Jepang yang bergantung pada ekspor akan tumbuh kurang dari setengah laju pada kuartal saat ini akibat wabah virus corona lokal dan dampak pandemi global, menurut jajak pendapat. ANTARA

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait