alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengusaha Surabaya Ini Borong Tempe Lalu Dibagikan Keliling Kepada Janda-janda

Muhammad Taufiq Kamis, 23 September 2021 | 08:49 WIB

Pengusaha Surabaya Ini Borong Tempe Lalu Dibagikan Keliling Kepada Janda-janda
Pengusaha bagikan tempe ke Janda [Foto: Beritajatim]

Pandemi Covid-19 berdampak pada banyak sektor. Tak terkecuali bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Surabaya Jawa Timur.

SuaraJatim.id - Pandemi Covid-19 berdampak pada banyak sektor. Tak terkecuali bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Surabaya Jawa Timur.

Salah satu UMKM yang terdampak ini adalah pengusaha UMKM kampung tempe yang berlokasi di Wonocolo Surabaya. Untuk membantu para UMKM ini, pengusaha kuliner Surabaya, Ellen Sulityo pun memborong produk mereka.

Kemudian, tempe-tempe tersebut dibagikan kepada masyarakat bersama 500 paket sembako, vitamin dan masker di sejumlah titik. Bahkan, paket bantuan itu oleh Ellen juga dibagikan kepada janda-janda terdampak Covid-19.

"Kita borong produk tempe ini untuk dibagikan ke warga setempat. Ini juga sebagai bentuk penguatan perekonomian di kalangan UMKM yang sama-sama terdampak pandemi Covid-19," katanya, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga: Hari Ini All-New Honda BR-V Launching di Surabaya, HSC Revisi Target Karena PPKM

"Sedikit bantuan yang kami berikan kepada warga terdampak pendemi Covid-19 termasuk para janda di Wonocolo Surabaya ini, semoga bisa membantu meringankan beban mereka meskipun kami juga terdampak pandemi," kata Ellen.

Pengusaha yang baru ditinggal Ibu tercinta akibat Covid-19 ini mengungkapkan, kenapa tempe dan sembako dibagikan juga kepada janda-janda, karena dia tahu betul kondisi sang ibu yang kini tinggal sendirian.

"Janda-janda terdampak pandemi ini harus dikuatkan secara ekonomi. Karena saya tahu betul betapa sulitnya seorang janda harus mencari uang sendirian untuk menghidupi dirinya beserta keluarganya," katanya.

Selain itu, lanjut Ellen, kegiatan Bakti Sosial (Baksos) ini sebagai bentuk rasa bersyukur atas capaian Jawa Timur, khusunya Surabaya sudah masuk dalam kategori zona PPKM level satu diharapkan bisa masuk zona hijau lanjutnya.

“Peduli sosial ini bentuk apresiasi kami kepada seluruh pihak aparat baik dari pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan serta peran penting masyarakat yang tetap menjaga protokol kesehatan,” ucapnya.

Baca Juga: Sidang Kasus Penganiayaan Jurnalis Tempo Nurhadi Diwarnai Protes Jaksa Penuntut Umum

Ellen berharap, dengan posisi level satu ini, ekonomi Jawa Timur khususnya Surabaya segera bangkit kembali dan roda perekonomian juga bergeliat lagi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait