Menikmati Layang-layang Naga, Tradisi Syukuran Pasca-Panen Padi Warga Gresik

Ratusan layang-layang naga menghiasi langit biru di Desa Dohaagung Kecamatan Balongpanggang Gresik, Minggu (3/10/2021) sore.

Muhammad Taufiq
Senin, 04 Oktober 2021 | 05:47 WIB
Menikmati Layang-layang Naga, Tradisi  Syukuran Pasca-Panen Padi Warga Gresik
Tradisi menerbangkan layang-layang naga di Gresik [SuaraJatim/Amin Alamsyah]

SuaraJatim.id - Ratusan layang-layang naga menghiasi langit biru di Desa Dohaagung Kecamatan Balongpanggang Gresik, Minggu (3/10/2021) sore. Layang-layang menyerupai naga raksasa itu seperti terlihat nyata. Ekornya menari-nari di angkasa.

Layangan naga dinggap paling sakral dibanding dengan jenis lainnya. Pasalnya, selain modelnya yang megah, setidaknya membutuhkan empat orang hingga lebih agar bisa memgudara. Maklum saja, kebanyakan layangan itu memilki panjang 75 meter sampai 100 meter.

Penerbangan layang-layang merupakan tradisi di desa setempat pada musim panas setelah panen padi. Tahun ini kali ke lima event festival berskala nasional digelar. Beragam peserta dari berbagai kota dan kabupaten turut hadir ikut meramaiakan.

Suyono (46) salah satu pemilik layangan naga mengatakan, butuh proses panjang untuk mengerjakan kerangka sampai menjadi layang-layang yang sempurna. Kendala terbesar dalam pembuatannya adalah detail kemiripan naga. Mulai dari mata, sisik naga sampai taring.

Baca Juga:Kisah Pasangan Pembatik Sukses Sampai Ke Unesco Pamerkan Batik Gresik

"Proses pembuatannya memakan waktu hingga 4 bulan lebih. Bahan layangan terbuat dari kepingan berbahan fiber dan kain parasit. Kain ini cenderung tidak berat karena itu mudah diterbangkan," katanya.

Biaya pembuatan layangan naga ini juga beragam. Suyono sendiri mengaku, menghabiskan dana sekitar Rp 4 juta untuk membiayai proses pembuatannya. Namun ada juga perajian lain yang sampai menghabiskan dana sekitar Rp 15 hingga Rp 30 juta lebih.

"Mahal biayanya tapi sangat puas dengan hasilnya. Saya sendiri sempat menang lomba di tingkal lokal. Sepadan lah dengan harga pembuatannya," terangnya.

Ketua Panitia Festival Adieb Hazmy mengatakan, ada sekitar 300 peserta yang mengikuti gelaran layang-layang. Pihaknya sendiri membagi festival ini dengan tiga kategori lomba. Yakni layang-layanng biasa, layangan pewayangan, hingga termegah seperti naga.

"Banyak kriterinya untuk menang lomba. Antara kain, penilaian bawah 40 persen meliputi desain dan keindahan model layangan, sedangan penilaian 60 persen meliputi kestabilan saat mengudara," bebernya.

Baca Juga:Kisah Pasangan di Gresik Ini Kenalkan Batik ke Penjuru Dunia

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani yang turut hadir dalam acara tersebut mengapresiasi langkah positif panitia dalam menggelar acara ini. Paslanya, festival layangan merupakan kearifan lokal yang patut hatus dijaga.

"Alhamdulilah festival luar biasa menjadi hiburan tidak hanya di desa atau kecamatan jadi hiburan nasional. Ini semangat kita keluar pandemi covid-19 karena festival, layang-layang menjadi kearifan lokal benar benar kita jaga. Target kita ekonomi kerakayatan bangkit di pandemi covid-19," kata bupati.

Kontributor : Amin Alamsyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini