Aksi Damai PSHT Digelar di Surabaya, Warga Diimbau Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas

Komunitas Arus Bawah PSHT Jatim gelar aksi damai di Surabaya pada 31 Juli 2026. 10 ribu massa tuntut polisi usut penganiayaan anggota oleh oknum debt collector.

Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:50 WIB
Aksi Damai PSHT Digelar di Surabaya, Warga Diimbau Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas
Ilustrasi logo PSHT. Komunitas Arus Bawah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jawa Timur menggelar aksi damai di Surabaya, Jumat (31/7/2026). [psht.or.id]
Baca 10 detik
  • Komunitas Arus Bawah PSHT Jawa Timur menggelar aksi damai di Surabaya pada Jumat, 31 Juli 2026.
  • Aksi yang melibatkan sepuluh ribu massa ini bertujuan menuntut kepolisian menangkap oknum debt collector pelaku penganiayaan.
  • Massa berunjuk rasa di Jalan Teuku Umar dan Polrestabes Surabaya, sehingga pengguna jalan diimbau menghindari kawasan tersebut.

SuaraJatim.id - Komunitas Arus Bawah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jawa Timur menggelar aksi damai di Surabaya, Jumat (31/7/2026) siang.

Aksi tersebut dilakukan untuk menyuarakan tuntutan agar aparat kepolisian segera mengusut dugaan penganiayaan dan pembacokan terhadap salah satu anggota PSHT yang diduga melibatkan oknum debt collector.

Berdasarkan surat pemberitahuan yang telah disampaikan kepada Polrestabes Surabaya dengan nomor 022/AD-PSHT/VII/2026, aksi dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Dalam surat tersebut, penyelenggara menyatakan kegiatan merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dilaksanakan secara damai sesuai dengan hak konstitusional warga negara.

Baca Juga:Jatim Media Summit 2026: Strategi Go Global Menekraf Ubah Karya Jadi Cuan Lewat HAKI

Panitia memperkirakan jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 10 ribu orang. Massa akan berkumpul di dua lokasi, yakni di sekitar markas debt collector di Jalan Teuku Umar dan di Markas Komando Polrestabes Surabaya.

Dengan jumlah peserta yang cukup besar, masyarakat yang akan melintas di kawasan tersebut diimbau mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas pada siang hingga sore hari.

Pengguna jalan disarankan memilih jalur alternatif apabila memungkinkan untuk menghindari antrean kendaraan di sekitar lokasi aksi.

Aksi tersebut mengusung tema "Aksi Damai Menolak Kekerasan dan Menuntut Penegakan Hukum untuk Segera Menangkap dan Mengadili Oknum Debt Collector atas Penganiayaan dan Pembacokan Terhadap Saudara Kami PSHT."

Melalui aksi ini, peserta meminta aparat penegak hukum segera menangkap dan memproses pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga:Redam Bentrok Antar Ormas: Debt Collector Pembacok Valet Ambyar Club Diserahkan ke Polisi

Dalam surat pemberitahuan aksi, perwakilan Komunitas Arush Bawah PSHT Jawa Timur menegaskan bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara tertib dan damai.

"Kami menegaskan aksi ini sepenuhnya bersifat damai. Kami hanya meminta negara dan penegak hukum hadir secara adil dan tegas. Kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk yang dilakukan oleh oknum penagih utang, tidak boleh dibiarkan tanpa sanksi hukum," demikian pernyataan perwakilan komunitas dalam surat pemberitahuan aksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak