alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Khasiat Surat Al Ikhlas, Jika Dibaca 10 Kali Akan Dapat Istana di Surga

Dythia Novianty Kamis, 28 Oktober 2021 | 08:57 WIB

Khasiat Surat Al Ikhlas, Jika Dibaca 10 Kali Akan Dapat Istana di Surga
Ilustrasi berdoa. (Elemen Envato)

Keutamaan Surat Al Ikhlas sangat luar biasa karena berisi perintah mengesakan Allah SWT dan menolak menduakan-Nya.

Kata ahad dari akar kata wahdah yang artinya kesatuan. Juga kata waahid yang berarti satu. Kata ahad dalam ayat ini berfungsi sebagai sifat Allah yang artinya Allah memiliki sifat tersendiri yang tidak dimiliki oleh selain-Nya.

Menurut Sayyid Qutb, “qul huwallaahu ahad” merupakan lafal yang lebih halus dan lebih lembut daripada kata “ahad.” Sebab ia menyandarkan kepada makna “wahid” bahwa tidak ada sesuatu pun selain Dia bersama Dia dan bahwa tidak ada sesuatu pun yang sama denganNya.

Ayat 2: Allaahusshamad.

Artinya, “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.”

Baca Juga: Surat Al Kafirun Ayat 1-6: Keutamaan dan Tafsirnya

Ibnu Abbas menjelaskan tafsir ayat ini. Maksudnya adalah, seluruh makhluk bergantung kepada Allah dalam kebutuhan dan sarana mereka. Dialah Tuhan yang maha sempurna dalam perilakuNya. Maha Mulia yang mahasempurna dalam kemuliaan-Nya. Maha Besar yang maha sempurna dalam kebesaran-Nya

Menurut Tafsir Al Misbah, ash shamad dari kata kerja shamada yang artinya menuju. Ash shamad merupakan kata jadian yang artinya yang dituju.

Ilustrasi Al Quran (Unsplash/Lexi T)
Ilustrasi Al Quran (Unsplash/Lexi T)

Ayat 3: Lam yalid walam yulad.

Artinya, “Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.”

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa makna ayat ini adalah Allah tidak beranak, tidak diperanakkan dan tidak mempunyai istri.

Baca Juga: Obat Anti Galau Ala Islam, Baca Ayat Al Quran Penyemangat Hidup

Sayyid Qutb menjelaskan, hakikat Allah itu tetap, abadi, azali. Sifatnya adalah sempurna dan mutlak dalam semua keadaan. Kelahiran adalah suatu kemunculan dan pengembangan, wujud tambahan setelah kekurangan atau ketiadaan. Hal demikian mustahil bagi Allah. Kelahiran juga memerlukan perkawinan. Lagi-lagi, ini mustahil bagi Allah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait