alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ribut 'Maju-Mundur' Muktamar NU, Ketua Ansor Jatim Kritisi Narasi Bernuansa Polarisasi

Muhammad Taufiq Minggu, 28 November 2021 | 19:02 WIB

Ribut 'Maju-Mundur' Muktamar NU, Ketua Ansor Jatim Kritisi Narasi Bernuansa Polarisasi
Ketua PW Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur Syafiq Syauqi (Gus Syafiq) [Foto: Timesindonesia]

Sejumlah manuver yang mengarah pada polarisasi di Tubuh Nahdlatul Ulama (NU) jelang Muktamar ke-34 mencuat akhir-akhir ini.

SuaraJatim.id - Sejumlah manuver yang mengarah pada polarisasi di Tubuh Nahdlatul Ulama (NU) jelang Muktamar ke-34 mencuat akhir-akhir ini.

Hal ini kemudian dikritisi Ketua PW Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur Syafiq Syauqi (Gus Syafiq). Ia lantas memberikan catatan jelang Muktamar NU ini.

GP Ansor sebagai organisasi anak muda NU yang menjadi poros isu gerakan dan gagasan itu, mengimbau agar semua pihak untuk menjauhi narasi pertikaian di muka publik.

Ia menilai kalau isu atau perselisihan Muktamar di ruang publik adalah sesuatu yang menurutnya tidak produktif dan mendelegitimasi kesakralan NU.

"Muktamar NU adalah forum tertinggi ulama NU, ini forumnya ulama bukan forum publik," katanya seperti dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Minggu (28/11/2021).

Baca Juga: Tiga Kiai Sepuh Dukung Rais Aam Percepat Jadwal Muktamar NU

"Terlebih di era sosial media seperti saat ini adalah menjadi kontraproduktif bahkan meruntuhkan marwah besar NU jika semua hal terkait perbedaan sikap selalu diamplifikasi di ruang publik," ujarnya menambahkan.

Ia lantas meminta kepada siapapun untuk menahan diri dari perilaku dan gerakan narsis yang bertujuan mempengaruhi opini publik.

"Muktamar bukan untuk publik, jadi jangan lakukan dan jangan samakan cara gerak tim pemenangan dengan kontestasi pemilu. Naif dan sangat disayangkan, seolah menyeret publik dalam skenario untuk melakukan polarisasi di tubuh NU, hati-hati," katanya.

Diketahui bahwa serangkaian manuver liar jelang Muktamar seperti demo kepada Rois Am adalah indikasi bahwa proses kontestasi dilakukan dengan tidak sehat.

"Kita menyesalkan ada manuver dan gerakan itu, sangat kita sesalkan. Tapi, kita juga membaca secara cover both side bahwa kesemuanya adalah akibat terlalu liarnya penggunaan strategi pemenangan diluar tradisi Muktamar selama ini. Iya ini akhirnya mirip kontestasi politik bukan muktamar," sesalnya.

Baca Juga: PWNU Jatim Edarkan Surat Keputusan Dukung Muktamar NU ke-34 17 Desember

Untuk itu dirinya mengimbau kepada seluruh kader Ansor khususnya di Jawa Timur untuk tidak ikut terbawa arus polarisasi jelang Muktamar ke-34 NU Lampung ini.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait