SuaraJatim.id - Hadist silaturahmi menjadi salah satu bukti bahwa menjaga tali silaturahmi antar umat islam merupakan suatu amalan mulia dan wajib dalam agama Islam.
Jumlah hadist yang memerintahkan umat islam untuk menjaga silaturahmi pun ada banyak.
Dengan begitu, menjaga silaturahmi merupakan salah satu hal yang penting. Ingin tahu mengenai hadist yang memerintahkan umat islam untuk selalu menjaga silaturahmi? Yuk, simak ulasan mengenai hadist menjaga silaturahmi. Berikut ulasannya.
Melansir dari YouTube chanel See Gate, yang diakses pada Kamis (27/1/2022).
Baca Juga:10 Hadist Tentang Cinta, Pedoman Umat Islam Dalam Urusan Cinta dan Mencintai
Adapun 8 hadist yang biasa digunakan oleh beberapa ulama terkemuka untuk dijadikan sebagai acuan untuk memerintahkan umat Islam agar menjaga silaturahmi adalah sebagai berikut:
- “Barang siapa yang beriman kepada ALLAH SWT dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada ALLAH SWT dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Ahmad).
dari hadist tersebut dapat diambil makna, bahwa sebagai orang beriman, sebaiknya memuliakan tamu dan menyambung hubungan silaturahmi.
- "Barangsiapa yang suka diluaskan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya, hendaklah ia bertaqwa kepada ALLAH SWT dan menyambung silaturahmi.” (HR. Achmad).
Adapun keutamaan yang akan didapat oleh orang bertaqwa dan selalu menyambung silaturahmi adalah, akan mendapat rezeki yang luas dan ajalnya akan ditangguhkan.
- "Sesungguhnya amal ibadah manusia diperlihatkan setiap hari kamis malam Jumat, maka tidak diterima amal ibada orang yang memutuskan hubungan silaturahmi." (HR. Ahmad).
Hadist tersebut menjelaskan bahwa amal ibadah seorang hamba yang memutuskan hubungan silaturahmi tidak akan diterima oleh ALLAH SWT.
Pada hadist lain dijelaskan pula, apabila memutus silaturahmi selama 3 hari berturut-turut atau lebih, maka amal ibadanya akan tidak diterima.
Baca Juga:Hadist Tentang Rezeki, Pedoman Membedakan Rezeki Halal, Haram, dan Syubhat
- "Rahmat tidak akan turun kepada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahmi." (HR. Muslim).
Seorang muslim tidak akan mendapat kasih sayang dari ALLAH SWT apabila memutuskan tali silaturahmi.
- “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan hadist ini, semakin jelas bahwa orang yang suka memutus tali silaturahmi tidak disukai dalam ajaran agama islam.
Lantas bagi yang menyambung silaturahmi, maka akan mendapat keutamaan umur panjang dan diperbanyak hartanya serta keluarganya akan mencintainya.
Sebagaimana Hadist Riwayat Bukhari yang berbunyi:
- “Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturahmi, niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.”
- “Beribadahlah pada ALLAH SWT dengan sempurana, jangan syirik, dirikanlah sholat, tunaikan zakat dan jalinlah silaturahmi dengan orang tua dan saudara.” (HR. Bukhari)
- “Seseorang yang menyambung silaturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan serang dengan kebaikan. Akan tetapi seorang yang menyambung silaturahmi adalah orang yang berusaha menyambung kembali silaturahmi sebelumnya diputuskan pihak lain.” (HR. Bukhari)
Dari hadist tersebut, dapat diambil makna bahwa, sebaik-baiknya orang yang sedang terputus silaturahminya adalah orang yang mendahului untuk menyambungkannya kembali.
Dari 8 hadist di atas, silaturahmi itu mempunyai sifat yang luas. Tidak hanya terbatas pada keluarga saja, melainkan kepada teman atau sesama umat muslim.
Demikianlah ulasan mengenai 8 hadist silaturahmi yang bisa menjadi pedoman serta rambu-rambu dalam menjalankan ajaran agama Islam.
Kontributor : Agung Kurniawan