Tak Masuk Akal, Jatim Seharusnya Surplus Minyak Goreng, Tapi Kenapa Alami Kelangkaan?

Kelangkaan minyak goreng terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur setelah pemerintah menetapkan satu harga sebesar Rp 14 ribu.

Muhammad Taufiq
Jum'at, 04 Februari 2022 | 16:01 WIB
Tak Masuk Akal, Jatim Seharusnya Surplus Minyak Goreng, Tapi Kenapa Alami Kelangkaan?
Ilustrasi minyak goreng. (Pixabay/DominicSchraudolf)

SuaraJatim.id - Kelangkaan minyak goreng terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur setelah pemerintah menetapkan satu harga sebesar Rp 14 ribu.

Menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kondisi itu seharusnya tidak terjadi. Sebab produksi minyak goreng di Jawa Timur itu mencapai 62 ribu ton per bulan.

Sementara kebutuhan minyak masyarakat Jawa Timur secara keseluruhan hanya sebesar 59 ribu ton per bulan. Artinya, dengan angka perbandingan itu seharusnya Jatim masih mengalami surplus minyak goreng.

"Produksi di Jawa Timur 62.000 ton per bulan, sementara kebutuhan masyarakat 59.000. Artinya, seharusnya kita masih surplus," katanya, seperti dikutip dari Antara, Jumat (04/02/2022).

Baca Juga:Gelombang III Covid, PTM di Jatim Sesuaikan Ketentuan Terbaru, Khofifah: Ini Belaku Bagi Guru dan Siswa

Oleh karena itu, dia memastikan kelangkaan minyak goreng bukan karena persoalan pasokan, sebab produksi di Jatim sudah mencukupi bahkan lebih.

"Ini pasti ada missing link di rantai distribusi. Ini yang akan kami coba urai dengan mendorong regulasi. Untuk menjaga harga agar sesuai ketetapan, apalagi pemerintah pusat sudah menganggarkan subsidi Rp 3 triliun," katanya.

Khofifah meninjau pasar di Gresik Jawa Timur untuk memastikan stok minyak goreng tersebut. Dia pun memantau implementasi kebijakan penetapan satu harga di sana.

"Sejak tanggal 14 Januari 2022, pemerintah pusat telah membuat kebijakan satu harga minyak goreng Rp 14 ribu. Dan per 1 Februari diterapkan kebijakan baru berupa HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp 14 ribu. Kami datang untuk memastikan implementasi kebijakan tersebut di lapangan," katanya.

Sejak penetapan satu harga dan HET, ia mengaku sudah turun ke sejumlah daerah dan hasilnya banyak ritel modern yang sudah mengikuti kebijakan tersebut.

Baca Juga:Kabar Gembira! Pedagang di Cimahi yang Masih Miliki Stok Minyak Goreng Harga Lama Bisa di Return

"Akan tetapi, saya tidak memungkiri kalau masih ada yang menjual minyak goreng di atas harga yang telah ditentukan," kata Khofifah yang juga mantan Menteri Sosial itu.

Berdasarkan pengamatannya, Khofifah menyebut mahalnya harga minyak goreng dipicu ketersediaan barang di lapangan, padahal pasokan minyak di Jatim masih surplus jika mengacu hitung-hitungan yang ada.

Sementara dalam operasi pasar di Gresik, Pemprov Jatim menyediakan 1.000 paket minyak goreng murah. Per paketnya berisi dua liter minyak dengan harga per liter Rp 12.500.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak