Tak Perlu Tambah Garam, Sumpit Listrik 'Ajaib' Buatan Peneliti Jepang Ini Bisa Tingkatkan Rasa Asin

Ada-ada saja. Jepang memang gudangnya inovasi teknologi. Terbaru, ada inovasi teknologi di bidang perlengkapan makan, yakni sumpit listrik 'ajaib'.

Muhammad Taufiq
Selasa, 19 April 2022 | 11:05 WIB
Tak Perlu Tambah Garam, Sumpit Listrik 'Ajaib' Buatan Peneliti Jepang Ini Bisa Tingkatkan Rasa Asin
Sumpit listrik bisa meningkatkan rasa asin [Foto: ANTARA]

SuaraJatim.id - Ada-ada saja. Jepang memang gudangnya inovasi teknologi. Terbaru, ada inovasi teknologi di bidang perlengkapan makan, yakni sumpit listrik 'ajaib'.

Dengan memakai sumpit ini, maka orang yang makanannya kurang asin tidak lagi perlu repot menambah garam. Sebab sumpit tersebut mampu meningkatkan rasa asin.

Sumpit komputerisasi ini sebenarnya dibuat untuk mengatasi persoalan kesehatan. Harapannya, sumpit tersebut berpotensi membantu mereka yang perlu mengurangi natrium dalam asupan makanan.

Dikembangkan bersama oleh profesor dari Universitas Meiji, Homei Miyashita dan pembuat minuman Kirin Holdings Co. 2503.T, sumpit ini dapat meningkatkan rasa menggunakan stimulasi listrik dan komputer mini yang dikenakan di gelang.

Baca Juga:Hidetoshi Nakata, Legenda Sepak Bola Jepang yang Jatuh Cinta pada Sake Usai Gantung Sepatu

Perangkat menggunakan arus listrik yang lemah untuk mengirimkan ion natrium dari makanan, melalui sumpit, masuk ke mulut di mana mereka menciptakan rasa asin, kata Miyashita.

"Akibatnya, rasa asinnya meningkat 1,5 kali lipat," katanya, seperti dikutip dari Antara, Selasa (19/04/2022).

Miyashita dan laboratoriumnya telah mengeksplorasi berbagai cara agar teknologi dapat berinteraksi dan merangsang pengalaman sensorik manusia. Dia juga mengembangkan layar TV yang dapat dijilat yang dapat meniru berbagai rasa makanan.

Sumpit penambah rasa mungkin memiliki relevansi khususnya di Jepang, di mana makanan tradisional rata-rata memiliki rasa asin.

Rata-rata orang dewasa Jepang mengonsumsi sekitar 10 gram garam per hari, dua kali lipat dari jumlah yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Baca Juga:Video Lawas Fairuz A Rafiq Menangis Viral, Kenang King Faaz Dibully Karena Kasus Ikan Asin Galih Ginanjar

Asupan natrium berlebih terkait dengan peningkatan insiden tekanan darah tinggi, stroke, dan penyakit lainnya.

“Untuk mencegah penyakit ini, kita perlu mengurangi jumlah garam yang kita konsumsi,” kata peneliti Kirin Ai Sato.

"Jika kita mencoba untuk menghindari mengambil lebih sedikit garam dengan cara konvensional, kita perlu menanggung rasa sakit karena memotong makanan favorit kita dari diet kita, atau bertahan makan makanan hambar."

Miyashita dan Kirin sedang menyempurnakan prototipe sumpit mereka dan berharap untuk mengomersialkannya pada awal tahun depan.ANTARA

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak