facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah dari Lokasi Asli Cerita KKN di Desa Penari, Kades: Ada Kampung Hilang, Setelah Sampai Sana Tiba-tiba GPS Saya Mati

Chandra Iswinarno Jum'at, 20 Mei 2022 | 18:09 WIB

Kisah dari Lokasi Asli Cerita KKN di Desa Penari, Kades: Ada Kampung Hilang, Setelah Sampai Sana Tiba-tiba GPS Saya Mati
Rawa Bayu atau Rowo Bayu di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi yang diyakini sebagai lokasi asli cerita KKN di Desa Penari. [Suara.com/Achmad Hafid Nurhabibi]

Flm KKN di Desa Penari yang diangkat dari cerita viral di medsos tengah menjadi pembicaraan di kalangan penggemar horor. Bahkan, keaslian kisah KKN di Desa Penari disebut asli

SuaraJatim.id - Booming-nya film KKN di Desa Penari yang diangkat dari cerita viral di media sosial tengah menjadi pembicaraan di kalangan penggemar horor. Bahkan, keaslian kisah KKN di Desa Penari disebut-sebut benar adanya.

Dari beberapa penuturan, kisah itu disebut terjadi di Desa Bayu Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Seorang penjaga situs Rowo Bayu atau Rawa Bayu, Sudirman mengungkapkan kisah tersebut saat berbincang dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Ia mengemukakan, cerita tersebut terjadi pada tahun 2008. Kala itu, Desa Bayu menerima sekelompok mahasiswa berjumlah delapan orang tengah menjalankan tugas KKN, namun dua di antaranya masuk kawasan hutan di utara situs Rowo Bayu.

Dalam video unggahan Erick Thohir tersebut, Sudirman mengaku cerita tersebut bersumber dari Kepala Desa (Kades) Bayu, Sugito.

Baca Juga: Ada Adegan KKN di Desa Penari yang Tak Ditayangkan Gegara Insiden di Lokasi Syuting, Apa Itu?

Suara.com kemudian menemui Sugito untuk mengetahui seluk beluk desa tersebut dan juga kebenaran hutan larangan yang ada dalam cerita viral KKN di Desa Penari.

Sugito menegaskan, cerita tentang adanya hutan larangan tidak pernah ada. Justru yang ada merupakan hutan produksi.

"Di sini ini termasuk hutan lindung, kalau di sekelilingnya rowo bayu hutan produksi. Jadi di rowo bayu itu ada 3 hektare lokasi hutan lindung dan ada 8 hektare pendukung, jadi tidak ada hutan larangan," ungkapnya seperti dikutip Suaramalang.id, Jumat (20/5/2022).

Ia mengemukakan, pada jarak sekitar tiga kilometer dari Rowo Bayu, terdapat sebuah perkampungan yang tak lagi berpenghuni.

Perkampungan itu disebut Ndarungan yang dulunya merupakan tempat singgah pekerja perkebunan Bayu Lor. Namun sejak tahun 2000, seluruh pekerja dialihkan ke perkampungan Telepak. Ndarungan sendiri sempat dihuni 18 keluarga.

Baca Juga: Mengintip Rowo Bayu Banyuwangi, Konon Lokasi Asli Cerita KKN di Desa Penari

Sugito pun kemudian menyusuri lebih dalam lebih dalam lagi. Walhasil, Sugito menemukan ada dua perkampungan yang sudah hilang sejak tahun 1915 silam. Posisi lokasinya pun berada di sekitar Ndarungan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait