facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

76 Kasus Suspek PMK, Bupati Kediri Ancang-ancang Penutupan Pasar Hewan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 24 Mei 2022 | 06:00 WIB

76 Kasus Suspek PMK, Bupati Kediri Ancang-ancang Penutupan Pasar Hewan
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana di Pasar Hewan Pare. [Beritajatim.com]

Bupati Hanindhito mengatakan, penutupan pasar juga telah berdasarkan hasil koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kediri.

SuaraJatim.id - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta penutupan sementara pasar hewan. Ini merespon temuan 76 kasus suspek penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang terbesar di enam wilayah kecamatan.

Bupati Hanindhito mengatakan, penutupan pasar juga telah berdasarkan hasil koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kediri.

“Menjadi bahan pertimbangan kami yang ada di Forkopimda, kita mulai mempersiapkan untuk penutupan pasar-pasar hewan,” kata Mas Dhito, panggilan akrabnya, mengutip dari Beritajatim.com, Senin (23/5/2022).

Sebelum penerapan kebijakan itu, lanjut dia, pemerintah daerah terlebih dahulu mengajak para pedagang sapi untuk berdialog. Diakui, para pedagang pastinya keberatan.

Baca Juga: Sapi Terpapar PMK di Rumah Potong Hewan Kota Malang Bertambah

“Tapi di satu sisi banyak pertimbangan mengingat bulan Juli nanti akan ada Idul Adha di mana perputaran sapi pasti tinggi, jangan sampai pada saat momentum tersebut kasus sedang tinggi-tingginya,” ungkapnya.

Meski arah melakukan penutupan pasar hewan itu bakal dilakukan, Mas Dhito menegaskan pihaknya tidak akan serta merta melakukan penutupan tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Sosialisasi bakal dilakukan 1-2 hari sebelum keputusan dikeluarkan.

Menurut Mas Dhito, upaya pencegahan supaya kasus PMK tidak masuk telah dilakukan sejak awal, dengan melakukan pengetatan di titik-titik check point yang menjadi pintu lalu lintas ternak dari kabupaten/kota lain. Namun, yang terjadi, ada kasus begitu masuk Kabupaten Kediri ganti truk pelat AG dengan KTP Kabupaten Kediri. 

“Kita anggap itu sapi yang ada di Kabupaten Kediri ternyata itu sapi dari luar kota dan kabupaten lain. Seperti di Pasar Hewan Pare tadi pagi sudah ada satu sapi suspect (PMK) yang masuk,” bebernya.

PMK pada hewan ternak, bukan termasuk penyakit zoonosis atau penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia. Penyakit itu hanya menular pada hewan ternak terutama yang berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk tidak khawatir mengkonsumsi daging.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Kementan Tidak Remehkan PMK Seperti Kasus Covid-19, Sindir Kemenkes?

Adapun hewan ternak yang terdeteksi suspect PMK langsung dilakukan karantina untuk dilakukan pengobatan. Penyakit PMK yang disebabkan virus itu memiliki masa inkubasi atau masa sejak hewan tertular sampai timbul gejala penyakit antara 2-14 hari.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait