Pemkab Tulungagung Minta Bantuan 25 Ribu Vaksin PMK

Dari data harian kasus PMK di Kabupaten Tulungagung, dari 816 ekor, 474 di antaranya sudah sembuh, potong paksa enam ekor, dan mati tiga ekor.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Kamis, 23 Juni 2022 | 06:30 WIB
Pemkab Tulungagung Minta Bantuan 25 Ribu Vaksin PMK
Ilustrasi vaksin untuk PMK. (Freepik)

SuaraJatim.id - Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, meminta bantuan 25 ribu vaksin untuk wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Dari data harian kasus PMK di Kabupaten Tulungagung, dari 816 ekor, 474 di antaranya sudah sembuh, potong paksa enam ekor, dan mati tiga ekor.

"Kami sudah ajukan permintaan itu ke Disnak Provinsi Jawa Timur," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung Mulyanto di Tulungagung, Rabu (22/6/2022).

Kendati demikian, lanjut dia, belum ada kepastian kapan vaksin PMK itu akan dikirim dan didistribusikan.

Baca Juga:Fasilitasi Impor Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak, Bea Cukai Diapresiasi Menteri Pertanian

Mulyanto menyatakan yang bisa dilakukan pihaknya saat ini adalah mempersiapkan tenaga juru vaksin.

"Kami sudah siapkan 150 tenaga juru vaksin untuk penanganan wabah PMK di dua kecamatan yang menjadi area pandemi," katanya.

Ia menambahkan, dua kecamatan yang menjadi fokus vaksinasi adalah Sendang dan Pagerwojo. Dua daerah ini menjadi prioritas karena memiliki populasi ternak sapi perah maupun potong paling banyak.

Dari data harian kasus PMK di Kabupaten Tulungagung, dari 816 ekor, 474 di antaranya sudah sembuh, potong paksa enam ekor, dan mati tiga ekor.

Menurut Mulyanto, dari jumlah itu pengobatan yang dilakukan cukup efektif. Terhitung lebih dari 50 persen sapi yang sakit bisa sembuh dari PMK.

Baca Juga:Antisipasi Virus PMK Meluas, DPP Kulon Progo Urung Terbitkan SKKH Keluar DIY

“Tingkat kematian sangat rendah, jadi peternak jangan khawatir,” ujarnya.

Pengobatan sapi yang sakit, kata dia, bisa dilakukan dengan mandiri atau dibantu oleh Pemkab Tulungagung.

Besaran pengobatan sapi, katanya, bervariasi, disesuaikan ukuran serta tingkat keparahan sapi.

“Dari 50 ribu hingga 100 ribu per ekor, tergantung dokter hewannya,” ujarnya.

Menurutnya untuk mencegah meluasnya PMK, peternak bisa melakukan disinfeksi kandang dan peternak menggunakan cairan yang bersifat asam.

Peternak bisa menyemprotkan cairan yang sudah dicampur serbuk pemutih pakaian citrit acid atau yang lazim disebut sitrun. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak