facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Psikolog Ini Beri Kiat-kiat Edukasi Pada Anak Agar Terhindar dari Pelecehan Seksual

Muhammad Taufiq Sabtu, 02 Juli 2022 | 11:05 WIB

Psikolog Ini Beri Kiat-kiat Edukasi Pada Anak Agar Terhindar dari Pelecehan Seksual
Ilustrasi pendidikan anak usia dini [Foto: ANTARA]

Kasus pelecehan seksual saat ini sedang marak-maraknya. Bahkan kasus pelecehan seksual ini merambah ke sejumlah institusi pendidikan yang tidak terbayangkan.

SuaraJatim.id - Kasus pelecehan seksual saat ini sedang marak-maraknya. Bahkan kasus pelecehan seksual ini merambah ke sejumlah institusi pendidikan yang tidak terbayangkan.

Misalnya di tempat-tempat pendidikan sekolah, kampus, bahkan pondok pesantren. Untuk mencegah agar anak-anak terhindar dari pelecehan seksual ini, psikolog keluarga dan anak dari Lembaga Psikolog Terapan UI (LPTUI) Anna Surti Ariani membagikan kiat- kiat praktis.

Ia mengatakan orangtua seharusnya memberikan edukasi sedini mungkin pada buah hati sehingga potensi terjadinya pelecehan seksual bisa dihindari.

"Pendidikan seksualitas pada anak memang harus dimulai dari usia dini. Dimulai dari usia 0-2 tahun. Kita sebagai orang tua harus menyampaikan dengan benar anggota- anggota tubuh anak sesuai dengan nama aslinya dan tidak memakai nama- nama kiasan," kata Anna, dikutip dari Antara, Sabtu (02/07/2022).

Baca Juga: Pulang Beli Minyak Goreng, Gadis Mojokerto Jadi Korban Tetangga Cabul

Dengan memberitahu nama asli dari anggota tubuh, anak nantinya dapat dengan mudah memberikan laporan kepada orang tua jika terjadi hal- hal yang tidak diinginkan.

Setelah memasuki usia di atas dua tahun, ajarkan anak untuk bisa menghargai tubuhnya sendiri dimulai dari hal sederhana membiasakan anak mengganti baju di tempat yang tertutup.

"Ini sering terjadi nih di tempat liburan, misalnya lagi di pantai terus mau mandi. Anaknya disuruh buka baju di tempat umum, terus akhirnya dilihat semua orang saat mandi. Ini bisa membuat anak tidak biasa untuk menghargai tubuhnya," ujarnya.

"Jadi ajari anak untuk menghargai tubuhnya dan salah satu caranya membiasakan diri ganti baju di tempat tertutup," ujar wanita yang juga Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia wilayah Jakarta itu menambahkan.

Selain itu, anak juga wajib diajarkan mengenai pemahaman sentuhan yang baik dan buruk. Berikan pemahaman kepada anak bahwa hanya orang tua atau pengasuh yang boleh memegang atau menyentuhnya itu pun hanya dalam kondisi pengasuh sedang meladeni anak.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual Siswi Sekolah, Kapolres Magelang Berharap Korban Berani Melapor

"Ajarkan anak juga untuk berani memberitahukan hal- hal yang tidak nyaman kepada orang tuanya. Orang tua pun harus membiasakan diri menerima laporan anaknya dan harus bisa menyamankan bagi anaknya," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait