Satgas IDI Sebut Kemungkinan Cacar Monyet Sudah Ada di Indonesia, Tapi Belum Terdiagnosis

Setelah wabah Covid-19, kini dunia digemparkan dengan kemunculan virus cacar monyet atau monkeypox. Virus ini sudah masuk ke sejumlah negara.

Muhammad Taufiq
Kamis, 04 Agustus 2022 | 15:35 WIB
Satgas IDI Sebut Kemungkinan Cacar Monyet Sudah Ada di Indonesia, Tapi Belum Terdiagnosis
Ilustrasi pemeriksaan cacar monyet [iStockphoto/atakan]

SuaraJatim.id - Setelah wabah Covid-19, kini dunia digemparkan dengan kemunculan virus cacar monyet atau monkeypox. Virus ini sudah masuk ke sejumlah negara.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Sejauh ini memang belum ada data laporan resmi terkait pasien penderita cacar monyet tersebut. Meskipun begitu, bisa saja sebenarnya virus sudah masuk.

Demikian disampaikan Ketua Satuan Tugas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban. Ia mengatakan kemungkinan besar penyakit itu sudah masuk Indonesia, namun keberadaannya belum terdeteksi.

"Ada kemungkinan cukup besar, masih mungkin, estimasi mungkin cukup besar bahwa sebetulnya di kita sudah ada, namun belum terdeteksi," kata Prof Zubairi saat dihubungi di Jakarta, Kamis (04/08/2022).

Baca Juga:CDC Ungkap Kondisi Cacar Monyet yang Berujung Kematian, Mesti Waspada

Menurutnya, sudah lebih dari 75 negara melaporkan kasus cacar monyet di negaranya, sehingga Indonesia kemungkinan juga sudah memiliki kasus yang tidak terdeteksi.

"Mestinya ada kemungkinan besar, sudah ada, cuman belum terdiagnosis," katanya.

Dia menjelaskan salah satu penyebab tidak terdeteksinya cacar monyet adalah jenis penyakit ini masih baru, sehingga banyak dokter dan masyarakat yang tidak mengenal gejalanya.

"Jadi, ada kemungkinan cacar monyet, namun diduga oleh pasien, keluarga maupun layanan kesehatan sebagai penyakit lain," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah menyediakan hotline untuk melaporkan kasus yang diduga cacar monyet.

Baca Juga:Catat! Ini Gejala dan Pencegahan Cacar Monyet

"Harus ada hotline, jadi kalau curiga ini (cacar monyet) hubungi nomor sekian, nanti akan tindaklanjuti, misalnya dinas kesehatan akan menindaklanjuti, akan mengambil contoh dari kelainan kulit yang ada, kemudian dikirim ke laboratorium rujukan, apakah ini virus cacar monyet atau bukan," katanya.

Meskipun demikian, pihaknya meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap penyebaran penyakit cacar monyet, karena memiliki tingkat fatalitas yang rendah. ANTARA

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak