Komplotan Pencuri WNA Pakistan Ternyata Masih Satu Keluarga, Modusnya Menukar Uang

Polrestabes Surabaya menangkap komplotan pencuri spesialis pembobol toko wargane negara asing (WNA) Pakistan yang ternyata masih satu keluarga.

Baehaqi Almutoif
Sabtu, 16 September 2023 | 10:05 WIB
Komplotan Pencuri WNA Pakistan Ternyata Masih Satu Keluarga, Modusnya Menukar Uang
Tiga dari empat pelaku pencurian asal Pakistan dirlis di Polrestabes Surabaya, Jumat (15/9/2023). ANTARA/Didik Suhartono

SuaraJatim.id - Polrestabes Surabaya menangkap komplotan pencuri spesialis pembobol toko wargane negara asing (WNA) Pakistan yang ternyata masih satu keluarga.

Komplotan ini ditangkap di Bali. Polrestabes Surabaya yang bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Surabaya berhasil mengendus keberadaan para pencuri.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana mengatakan, keempat pelaku tersebut terdiri dari suami istri berinisial RZ, usia 50 tahun dan MRJ (45), serta kedua anaknya MT (21) dan MZ (18),

Mereka telah menjalankan aksinya selama setahun terakhir di berbagai kota wilayah Indonesia.

Baca Juga:Daftar Pemain Asean di Liga Belgia, Ada Eks Persebaya Surabaya

"Penanganan hukum terhadap anaknya yang berusia 18 tahun berbeda. Karena masih tergolong anak-anak," ujarnya dikutip dari Antara, Jumat (15/9/2023).

Masing-masing pelaku memiliki peran sendiri-sendiri. Ada yang bertugas sebagai sopir. Lainnya masuk ke dalam toko, dengan ada yang berpura-pura menukar mata uang rupiah, hingga mengalihkan perhatian kasir.

"Begitu ada kesempatan, langsung menguras uang di meja kasir," katanya.

Para pencuri ini menyasar pertokoan saat menjalankan aksinya. Pelaku telah menjalankan aksinya di sejumlah kota, di antaranya Jakarta, Tegal, Surabaya, Gresik, hingga Denpasar.

Dugaan sementara, komplotan ini telah berhasil menguras ratusan juta rupiah dari beberapa toko.

Mirzal memastikan para pelaku ini akan diproses hukum lengkap dengan pidananya.

"Kemudian setelah itu nanti dari pihak imigrasi akan melakukan tindakan-tindakan keimigrasian, seperti dideportasi dan mencekal. Dengan begitu para pelaku tidak bisa masuk ke Indonesia lagi," ucapnya.

Pemeriksaan keimigrasian, sindikat ini telah overstay di Indonesia. Mereka masuk ke Indonesia dengan menggunakan jasa agensi di Bali.

Baca Juga:Daftar Alfamart Terdekat di Surabaya, Lengkap dengan Alamatnya

Polisi masih menyelidiki keterlibatan agensi yang terdaftar milik warga negara Indonesia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini