SuaraJatim.id - Sejumlah warga memenuhi Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur.
Untuk mendokumentasikan dampak kebakaran pada sisi barat Gedung Negara Grahadi, usai kericuhan yang berujung pembakaran dalam aksi unjuk rasa.
Pantauan ANTARA di lokasi, pada Minggu, sejak pukul 07.00 WIB, warga terlihat berhenti dan mendokumentasikan kondisi gedung yang terbakar pada Sabtu (30/8) malam.
ANTARA mencoba masuk ke dalam Gedung Negara Grahadi sisi barat, sejumlah ruangan tampak hangus dilalap api.
Baca Juga:Demo Ojol Ricuh di Surabaya, Massa Lempari Gedung Negara Grahadi
Ruangan yang terbakar di antaranya ruang kerja Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, ruang kerja Kepala Biro Umum, ruang Protokol, dan ruang Biro Rumah Tangga.
Selain itu, beberapa ruangan lain juga mengalami kerusakan dan peralatan elektronik di dalamnya hilang, termasuk ruang kelompok kerja (Pokja) wartawan Grahadi.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai besaran kerugian akibat terbakarnya gedung sisi barat dan hilangnya sejumlah barang.
Sebelumnya, sisi barat Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo dibakar massa anarkis pada Sabtu malam sekitar pukul 21.38 WIB.
Massa mulai membakar Grahadi sekitar satu setengah jam setelah Khofifah menemui para demonstran.
Baca Juga:Demo Ojol di Grahadi Berujung Ricuh, Motor Dibakar, Gas Air Mata Ditembakkan
Dari pantauan di lapangan, ratusan demonstran masih bertahan di depan Gedung Negara Grahadi tanpa dihalau aparat keamanan.
Suara ledakan petasan masih terdengar bersahut-sahutan hingga pukul 22.30 WIB, sementara massa tetap memadati Jalan Gubernur Suryo Surabaya.