Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswa UMM, Polisi Bongkar Detail Pembuangan Jasad di Pasuruan

Proses rekonstruksi pembunuhan mahasiswa UMM kembali berlanjut dan memasuki fase krusial.

Riki Chandra
Selasa, 13 Januari 2026 | 17:55 WIB
Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswa UMM, Polisi Bongkar Detail Pembuangan Jasad di Pasuruan
Rekontruksi pembunuhan mahasiswi UMM di Pasuruan. [Dok. BeritaJatim]
Baca 10 detik
  • Rekonstruksi fokus pada pembuangan jasad di lokasi sepi Pasuruan.

  • Polisi ungkap upaya tersangka mengelabui petugas dengan skenario begal.

  • Total 15 adegan diperagakan untuk memperkuat pembuktian perkara pidana.

     

SuaraJatim.id - Proses rekonstruksi pembunuhan mahasiswa UMM kembali berlanjut dan memasuki fase krusial. Penyidik Polda Jawa Timur menggelar rekonstruksi lanjutan di Kabupaten Pasuruan untuk memastikan kecocokan keterangan para tersangka dengan fakta di lokasi pembuangan jasad korban.

Pelaksanaan rekonstruksi pembunuhan mahasiswa UMM digelar di wilayah Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (13/1/2026), dengan pengamanan ketat aparat kepolisian. Rekonstruksi ini merupakan lanjutan dari peragaan sebelumnya di kawasan Cangar, Kota Batu, yang memfokuskan adegan eksekusi korban.

Polisi kini mengarahkan perhatian pada proses pembuangan jasad yang menjadi bagian penting dari dugaan pembunuhan berencana.

Dalam rekonstruksi lanjutan rekonstruksi pembunuhan mahasiswa UMM di Pasuruan, penyidik memperagakan adegan ke-11 hingga ke-15. Adegan tersebut menggambarkan secara detail detik-detik saat para pelaku menurunkan jasad korban dari dalam mobil sebelum membuangnya di area semak-semak yang relatif sepi.

Peragaan ini dilakukan untuk menguji konsistensi pengakuan tersangka dengan kondisi nyata di lapangan.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menjelaskan bahwa lokasi di Pasuruan memang dikhususkan untuk memperagakan proses pembuangan jasad korban.

“Di sini adalah tempat pembuangan, jadi tadi ada beberapa adegan yang disesuaikan dengan BAP dan tidak ada sanggahan dari tersangka,” ujar Jumhur, dikutip dari BeritaJatim.

Pada adegan ke-15, penyidik menyoroti adanya koordinasi antara dua tersangka saat berupaya menyembunyikan jejak kejahatan.

Dari peragaan tersebut, polisi menemukan fakta baru terkait upaya para pelaku untuk mengelabui petugas. Salah satu langkah yang diungkap adalah upaya mengondisikan korban seolah-olah menjadi korban kejahatan jalanan.

Penyidik mengungkap bahwa para tersangka sempat membeli helm di tengah perjalanan dari Malang menuju Pasuruan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat skenario palsu yang telah direncanakan sebelumnya.

“Perjalanan berangkat menuju ke sana, memang ada rencana korban ini mau dikondisikan seolah-olah dia mungkin korban begal,” kata Jumhur.

Terkait motif, kepolisian menyebut sementara tindakan pembunuhan dipicu oleh rasa sakit hati salah satu tersangka terhadap korban akibat konflik di masa lalu. Meski demikian, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya motif lain yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Usai rampungnya rekonstruksi pembunuhan mahasiswa UMM di Pasuruan, Polda Jatim berencana melanjutkan rekonstruksi di wilayah Probolinggo.

Total 15 adegan yang diperagakan menjadi bagian penting dalam penyidikan guna memperkuat alat bukti sebelum berkas perkara dilimpahkan ke kejaksaan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak