Perkuat Pendidikan, Khofifah Resmikan Fasilitas dan Revitalisasi 22 SMA/SMK/SLB

Di Pasuruan dan Probolinggo.

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Minggu, 18 Januari 2026 | 13:52 WIB
Perkuat Pendidikan, Khofifah Resmikan Fasilitas dan Revitalisasi 22 SMA/SMK/SLB
Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Fasilitas Penunjang SMAN Taruna Madani serta Rehabilitasi dan Revitalisasi 22 SMA/SMK/SLB di Wilayah Pasuruan-Probolinggo. (Dok: Pemprov Jatim)
Baca 10 detik
  • Pembangunan sarana dan prasarana tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi pendidikan untuk memperkuat kualitas dan makna pembelajaran.
  • Sekolah dipandang sebagai ruang tumbuh nilai, karakter, dan mimpi, sehingga pemenuhan sarpras merupakan upaya menjaga martabat pendidikan dan masa depan generasi muda.
  • Program rehabilitasi dan revitalisasi bertujuan menciptakan ekosistem belajar yang sehat, aman, ramah anak, dengan fasilitas pembelajaran dan sanitasi yang layak.

SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan sarana dan fasilitas penunjang SMAN Taruna Madani Jawa Timur, sekaligus rehabilitasi dan revitalisasi 22 SMA, SMK dan SLB Negeri/Swasta wilayah Pasuruan dan Probolinggo, Kamis (15/1/2026).

Gubernur Khofifah menyampaikan peresmian sarana prasarana fasilitas penunjang ini menjadi bukti nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mencetak generasi emas berkarakter. 

"Ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam menyediakan ruang belajar yang layak bagi putra-putri Jawa Timur, guna mencetak generasi emas yang kompetitif dan berkarakter," kata Gubernur Khofifah.

Lebih lanjut, peresmian sarpras ini bukan sekadar pemenuhan sarana fisik, melainkan penegasan komitmen untuk memperkuat kualitas dan makna belajar. 

Baca Juga:Digitalisasi Fiskal Berjalan Efektif, Jatim Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Kawasan Jawa-Bali

Pembangunan sarpras menjadi bagian integral dari transformasi pendidikan Jawa Timur dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi kompleksitas masa depan.  

"Sekolah merupakan ruang tumbuh, tempat nilai, karakter, dan mimpi dirajut. Oleh sebab itu, ketika pemerintah melakukan pemenuhan sarana dan prasarana sekolah, sesungguhnya yang sedang kita lakukan adalah menjaga martabat pendidikan sekaligus masa depan generasi," terangnya.

Ia mengatakan program ini tidak berhenti pada perbaikan bangunan, tetapi juga upaya untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat. Mulai dari ruang kelas yang aman, sanitasi yang layak, fasilitas penunjang pembelajaran yang memadai, serta suasana sekolah yang ramah anak.

"Fasilitas sarpras ini adalah upaya untuk menjaga mutu pendidikan menengah dan vokasi, agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan dunia kerja, dan tantangan masa depan," ujarnya.

Gubernur Khofifah juga menuturkan rehabilitasi dan revitalisasi ini dilakukan sebagai penguatan ekosistem pembelajaran. Harapannya saat ekosistem pendidikan diberikan dukungan terbaik maka akan berseiring dengan prestasi para siswa yang lebih baik.

Baca Juga:Dorong Percepatan NZO 2060, Gubernur Khofifah Kukuhkan 51 Anggota Forum Industri Hijau Jatim

"Suasana belajar mengajar menjadi makin _convinient_ dan harapan kita prestasinya juga akan makin meningkat dan yang kita lakukan ini menjadi bagian dari program besar peningkatan kualitas SDM Jawa Timur melalui kewenangan Pemprov," jelasnya.

Di sisi lain Gubernur Khofifah menegaskan bahwa sarpras dan fasilitas penunjang yang baik tidak akan bermakna tanpa jiwa pendidikan di dalamnya. Jiwa pendidikan itu ada pada guru yang mengajar dengan hati, kepala sekolah yang memimpin dengan keteladanan, dan pada anakanak yang belajar dengan semangat, disiplin, serta akhlak yang baik.

Sementara rehabilitasi dan revitalisasi fasilitas penunjang yang diresmikan mencakup 22 sekolah SMA, SMK, dan SLB di wilayah Pasuruan dan Probolinggo. Di wilayah Pasuruan menyasar 16 sekolah dengan anggaran mencapai Rp 16,33 Miliar. 

Sekolah-sekolah tersebut antara lain SMAN Taruna Madani Jawa Timur, SMAS Al-Ma Hadul Islami Beji, SMAN 1 Pandaan, SMAN 3 Pasuruan, SMAN 1 Pasuruan, SMAN 1 Purwosari, SMA 45 Purwodadi Pasuruan, SMKN 1 Purwosari, SMKN 1 Grati, SMK Miftahul Huda Gempol, SMK Darul Ulum Purwodadi, SMK PGRI 4 Pasuruan, SLBN Pandaan, SLBN Bandaran, SLBN 1 Pasuruan, dan SMK Al-Yasini Wonorejo.

Sedangkan rehabilitasi dan revitalisasi yang diresmikan untuk Cabang Dinas Wilayah Probolinggo menyasar 6 sekolah yaitu SMAN Sukapura, SMAN 3 Probolinggo, SMAN 4 Probolinggo, SMA Taruna Dra. Zulaeha, SMAS Nurul Hasan, SLBN Gending. 

Rehabilitasi dan revitalisasi sarana dan fasilitas penunjang di wilayah Probolinggo menggunakan anggaran senilai Rp 7,38 Miliar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak