Siasat Pedagang Sari Kedelai Surabaya: Cara Bertahan di Tengah Badai Kenaikan Harga Plastik

Pelaku usaha di Surabaya menyiasati kenaikan harga plastik dengan mengatur porsi es batu

Wakos Reza Gautama
Kamis, 09 April 2026 | 17:25 WIB
Siasat Pedagang Sari Kedelai Surabaya: Cara Bertahan di Tengah Badai Kenaikan Harga Plastik
Nur Afiah, pedagang Sari Kedelai di Dukuh Kupang Surabaya, yang cukup terdampak dengan naiknya harga plastik. [Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
  • Pelaku usaha di Surabaya menyiasati kenaikan harga plastik dengan mengatur porsi es batu atau mengedukasi pelanggan membawa tas sendiri.
  • Lonjakan harga plastik menyebabkan volume sampah plastik di Surabaya tetap tinggi, sehingga menimbulkan anomali di Tempat Pembuangan Sampah.
  • Pemerintah Kota Surabaya menertibkan TPS karena aktivitas pemulung yang mencari sampah plastik mengakibatkan penumpukan limbah meluber hingga ke jalan.

SuaraJatim.id - Di bawah terik matahari Surabaya, segelas es sari kedelai adalah penyelamat bagi dahaga. Namun, bagi Nur Afiah, penjual minuman di kawasan Dukuh Kupang, segelas sari kedelai kini bukan sekadar soal rasa, melainkan soal kalkulasi rumit agar dapur rumahnya tetap mengepul.

Harga plastik, komponen kecil namun vital bagi usahanya, tengah "terbang" tak terkendali. Mulai dari kantong kresek berbagai ukuran hingga sedotan plastik, semuanya naik signifikan. Namun, menaikkan harga jual es atau gorengannya adalah opsi terakhir yang sebisa mungkin ia hindari.

Siasat 'Gunung Es' di Tengah Kenaikan Harga

Untuk menyiasati lonjakan modal plastik yang mencekik, Nur Afiah harus memutar otak. Strateginya unik. Dia memainkan porsi es batu.

Baca Juga:Dilema UMKM: Naikkan Harga atau Bangkrut Gara-Gara Plastik Mahal

Dengan menambah jumlah es batu dalam setiap bungkus sari kedelai, ia bisa menekan penggunaan bahan baku sekaligus menjaga margin keuntungan tanpa harus membebani pembeli dengan kenaikan harga.

"Semuanya naik. Tapi ya tetap saya tidak menaikkan harga es maupun jajanan. Caranya, ya saya mainkan jumlah es batu dalam penjualan," ungkap Nur Afiah saat berbincang, Kamis (9/4/2026).

Lain halnya jika pembeli meminta sari kedelai murni tanpa es. "Ya kalau itu terpaksa harganya saya naikkan sedikit," tambahnya.

Keresahan serupa dirasakan Tri Desi Kurniawati, pemilik Toko Kelontong A3 di Simo Jawar. Kenaikan harga plastik yang mencapai 50 persen memaksanya melakukan "edukasi paksa" kepada pelanggan.

Ia kini gencar menyarankan pembeli membawa kantong belanja sendiri dari rumah. "Naiknya cukup tinggi, jadi mau tidak mau pemakaian plastik harus dikurangi," tuturnya.

Baca Juga:Fokus Melayani, Bukan Cari Jodoh! Kemenhaj Surabaya Larang Petugas Haji Cinlok di Tanah Suci

Anomali Sampah Plastik: Harga Naik, Volume Tak Turun

Logikanya, saat harga barang naik, penggunaan akan berkurang. Namun, hukum ekonomi ini nampaknya tidak berlaku bagi sampah plastik di Kota Pahlawan. Meski harganya mahal, volume sampah plastik di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) masih tetap mendominasi.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser, menyebut fenomena ini sebagai anomali. Masyarakat Surabaya rupanya masih sangat bergantung pada plastik dalam aktivitas belanja sehari-hari, termasuk di toko-toko modern yang masih menyediakan kantong plastik.

“Belum terdampak (pengurangan). Semua orang belanja masih menggunakan plastik. Dampaknya, sampah plastik masih tetap banyak di Surabaya,” kata Fikser.

Lonjakan harga plastik ini ternyata menciptakan fenomena baru di lapangan. Plastik kini dipandang sebagai "emas putih" bagi para pemulung. TPS kini diserbu pengepul dan pemulung yang sibuk memilah plastik bernilai tinggi.

Namun, aktivitas berburu harta karun ini justru membawa masalah baru. Kehadiran para pemilah sampah yang membeludak membuat ruang di dalam TPS menyempit. Akibatnya, sampah-sampah lain meluber hingga ke jalan raya dan mengganggu kinerja petugas kebersihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini