“Melalui MTU, kita memastikan tidak ada kesenjangan akses. Semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi, di mana pun mereka berada,” tegasnya.
Sebagai TUK yang ditetapkan oleh LSK, UPT PTKK juga berperan strategis dalam pelaksanaan uji kompetensi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), baik bagi guru maupun siswa, guna menjamin standar kualitas keahlian.
Didukung fasilitas praktik yang sesuai standar industri, proses pelatihan dan sertifikasi di UPT PTKK mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja dan kompetitif.
Lebih lanjut Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa keberhasilan penguatan pendidikan vokasi di Jawa Timur juga tercermin dari capaian prestasi di tingkat nasional. Selama tiga tahun berturut-turut, Jawa Timur berhasil meraih juara umum pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Kepala Dinas ESDM Jatim, Pastikan Pelayanan Publik Bidang ESDM Baik
“Capaian ini bukan hasil instan, tetapi buah dari pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Ditambah pengakuan melalui penghargaan TUK terbaik, ini memperkuat bahwa ekosistem vokasi Jawa Timur berjalan konsisten dan on track,” ungkapnya.
Ke depan, Pemprov Jawa Timur akan terus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dengan dunia industri agar lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap dinamika global.
“Kita ingin memastikan bahwa pendidikan vokasi benar-benar melahirkan talenta unggul yang siap kerja, siap berwirausaha, dan siap bersaing di tingkat global. Inilah wujud nyata Jatim Cerdas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa penguatan UPT PTKK tidak hanya berfokus pada sarana dan prasarana, tetapi juga diarahkan sebagai pusat keunggulan (center of excellence) atau “Bengkel SDM” yang mampu mencetak tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.
Menurutnya, kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) menjadi kunci utama dalam memastikan standar kerja, budaya industri, dan kebutuhan kompetensi dapat ditransfer secara optimal kepada siswa.
Baca Juga:Kadis ESDM Jatim Resmi Ditahan, Khofifah: Saya Hormati Proses Hukum
“Standar industri harus benar-benar dihadirkan dalam proses pembelajaran. Sertifikasi yang diperoleh siswa harus relevan dan mampu menjembatani keterserapan kerja mereka,” ujarnya.
Aries juga menegaskan bahwa seluruh layanan pelatihan dan sertifikasi di UPT PTKK dapat dimanfaatkan secara luas, baik oleh siswa maupun masyarakat umum, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM secara inklusif. ***