BGN Segel Dua SPPG di Pamekasan Akibat Fasilitas Kumuh

Badan Gizi Nasional menutup dua unit SPPG di Pamekasan akibat sarana prasarana

Wakos Reza Gautama
Kamis, 23 April 2026 | 08:07 WIB
BGN Segel Dua SPPG di Pamekasan Akibat Fasilitas Kumuh
Ilustrasi SPPG. Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pamekasan, Jawa Timur karena tidak memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah. [ist]
Baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional menutup dua unit SPPG di Pamekasan akibat sarana prasarana serta menu makanan tidak memenuhi standar.
  • Inspeksi mendadak pada Rabu (22/4/2026) mengungkapkan pelanggaran fatal terkait fasilitas usang dan buruknya kualitas kebersihan proses penyajian makanan.
  • Satgas MBG Pamekasan mengungkap sebanyak 45 dari 117 SPPG di wilayah tersebut dinyatakan bermasalah karena tidak sesuai standar operasional.

SuaraJatim.id - Niat mulia pemerintah untuk memerangi stunting dan memperbaiki gizi masyarakat melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pamekasan justru menemui tembok besar. Alih-alih menjadi pusat kesehatan, beberapa titik pelayanan justru ditemukan jauh dari kata layak.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan paksa operasional dua unit SPPG, yakni SPPG Yayasan As-Salman dan SPPG Kemala Bhayangkari.

Langkah drastis ini diambil setelah tim pengawas menemukan realita lapangan yang mengkhawatirkan yakni adanya sarana prasarana yang jauh di bawah standar nasional.

Keputusan penutupan ini bukan tanpa alasan. Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Pamekasan, Hariyanto Rahmansyah Tri Arif, mengungkapkan bahwa inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Pusat menemukan berbagai pelanggaran fatal.

Baca Juga:Predator Berkedok Guru Ngaji di Pamekasan: Nasib Pilu Dua Santriwati Terperangkap Trauma Menahun

Bukan hanya fasilitas yang usang, "nyawa" dari layanan ini, yaitu menu makanan, juga ditemukan bermasalah.

"BGN meminta agar kedua SPPG tersebut segera melakukan perbaikan total sesuai ketentuan. Jika sudah memenuhi standar, baru kemungkinan diizinkan beroperasi kembali," tegas Hariyanto, Rabu (22/4/2026).

Ternyata, masalah ini bukan sekadar kasus tunggal. Penutupan dua SPPG tersebut diduga hanyalah puncak dari gunung es.

Data mengejutkan dirilis oleh Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pamekasan, yang menyebutkan sebanyak 45 dari total 117 SPPG di wilayah tersebut menyandang status "bermasalah".

Ketua Satgas MBG Pamekasan, Sukriyanto, membeberkan potret buram dapur-dapur gizi tersebut. Mulai dari kondisi tempat masak yang kotor, sirkulasi udara yang buruk, hingga pola penyajian makanan yang ceroboh dan tidak higienis.

Baca Juga:Tak Hanya Tingkatkan Gizi Anak Sekolah, MBG Juga Dongkrak Penghasilan Pekerja Pabrik Tahu

"Hasil pemantauan sepekan terakhir menunjukkan banyak dapur yang belum memenuhi standar operasional prosedur (SOP). Kami sudah melayangkan teguran keras kepada para pengelola," ujar Sukriyanto. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak