SuaraJatim.id - Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
Menurut Imam, tingginya antusiasme masyarakat yang hadir merupakan energi positif sekaligus menjadi bahan evaluasi penting bagi Pemprov Jatim agar penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.
“Atas nama Pemprov Jatim, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi pada pelaksanaan Jalan Sehat 1 Muharram 1448 Hijriah hari ini,” kata Imam di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Selasa (16/5).
“Antusiasme masyarakat yang begitu besar tentu kami syukuri. Namun berbagai dinamika yang terjadi di lapangan akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar ke depan pelaksanaan kegiatan serupa dapat berjalan lebih baik,” imbuhnya.
Baca Juga:Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Meriahkan Jalan Sehat
Terkait kendala kupon jalan sehat dan paket makanan ringan, Imam membeberkan hasil evaluasi tim di lapangan. Di mana dari hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sekitar 6.700 kupon undian dan sekitar 10.000 paket makanan ringan yang belum sempat terdistribusi meski telah disiapkan di pos-pos rute jalan sehat.
"Perlu kami sampaikan bahwa sisa kupon undian dan paket makanan ringan tersebut sebenarnya telah disiagakan di pos-pos yang dilewati oleh para peserta. Dan tim di lapangan telah memastikan semua peserta yang melewati pos-pos mendapatkan kupon beserta paket makanan ringan," jelasnya.
"Namun, setelah semua peserta melewati pos, ternyata masih tersisa kupon dan paket makanan ringan cukup.banyak, lebih 5000 kupon dan snack box. Kami lakukan kroscek, dan memastikan semua peserta yang melintas sudah mendapat semua. Jadi kroscek tim di lapangan, ada sejumlah warga yang memang tidak mengikuti prosedur tersebut, sehingga tidak mendapatkan kupon dan paket makanan ringan," tambahnya.
Imam memastikan semua peserta yang telah mengikuti jalan sehat sesuai prosedur panitia telah mendapatkan kupon dan paket makanan ringan.
Meski diwarnai kendala teknis di lapangan, Imam mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap hadir untuk menyemarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan penuh suka cita dan semangat kebersamaan.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Buka Jambore Perhutanan Sosial di Madiun: Dorong KUPS dan Penguatan Agroforestri
Menurutnya, Jalan Sehat 1 Muharram tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga, melainkan momentum memperkuat semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.
“Hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW bukan hanya perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, tetapi transformasi menuju kualitas kehidupan yang lebih mulia. Hijrah dari pesimisme menuju optimisme, dari sikap individualistis menuju kepedulian sosial, dari kemalasan menuju produktivitas, serta dari pola hidup yang kurang sehat menuju gaya hidup yang lebih berkualitas,” tuturnya.
Imam mengatakan, Pemprov Jatim telah melakukan evaluasi awal terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa seluruh petugas lapangan telah dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagaimana pelaksanaan event-event sebelumnya. Namun, tingginya antusiasme masyarakat dan dinamika pergerakan peserta di lapangan menyebabkan terjadinya kepadatan di sejumlah titik.
“Kami telah menyiapkan petugas dengan SOP yang selama ini diterapkan pada berbagai kegiatan serupa. Namun memang terdapat dinamika di lapangan yang menyebabkan penumpukan massa pada beberapa titik tertentu,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Imam, seluruh logistik baik itu kupon dan paket makanan telah diamankan dan dikembalikan ke posko utama untuk dilakukan pendataan serta penanganan lebih lanjut.
“Kami memahami adanya harapan masyarakat untuk mendapatkan seluruh layanan dan fasilitas yang telah disiapkan. Karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf dan akan melakukan evaluasi secara komprehensif agar distribusi logistik maupun pengaturan arus peserta dapat lebih optimal di masa mendatang,” katanya.