"Sangat sering saya menyampaikan kita punya potensi swasembada daging. Menurut hitungan saya, tiga tahun kita bisa swasembada daging dan ketika kita berbicara soal kurs, maka sesungguhnya swasembada daging sesuatu yang potensial di depan mata bisa kita wujudkan," imbuhnya..
Sementara itu, Kepala BBIB Singosari Akbar menjelaskan bahwa BBIB Singosari merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian yang memproduksi sekaligus mendistribusikan semen beku unggul untuk memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan nasional.
Hingga semester pertama tahun 2026, BBIB Singosari telah memproduksi sebanyak 895.559 dosis semen beku dengan total stok mencapai sekitar 4,7 juta dosis. Stok tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan program inseminasi buatan nasional dalam beberapa tahun ke depan.
BBIB Singosari saat ini memiliki 192 pejantan unggul yang terdiri atas berbagai rumpun sapi potong, sapi perah, kambing, dan domba. Diantaranya sapi Belgian Blue, Wagyu, Limousin, Simmental, Angus, Brahman, sapi Bali, sapi Madura, Peranakan Ongole, hingga Friesian Holstein.
Baca Juga:RSUD Dr Soetomo Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan
Selain memenuhi kebutuhan nasional, BBIB Singosari juga telah mengekspor lebih dari 35 ribu dosis semen beku ke 11 negara, antara lain Malaysia, Timor Leste, Kamboja, Nigeria, Afghanistan, Madagaskar, Myanmar, Tanzania, Zimbabwe, Ethiopia, dan Kyrgyzstan.
"Alhamdulillah sekitar 4,7 juta dosis bisa kita keluarkan kapanpun ketika negara-negara lain membutuhkan keberadaan semen beku dan jumlahnya cukup tersedia untuk kebutuhan masyarakat kita. Jumlah yang dimiliki bisa untuk kebutuhan 3 tahun ke depan," katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi yang terjalin antara BBIB Singosari dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus diperkuat, terutama dalam mendukung target inseminasi buatan sebanyak lebih dari satu juta akseptor sapi di Jawa Timur pada tahun 2026. ***