- Merinda Tri Agustin (19) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di rumahnya, Desa Kalipenggung, Lumajang, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
- Polres Lumajang menetapkan kekasih korban berinisial Ari sebagai tersangka utama setelah membongkar skenario alibi palsu yang ia susun.
- Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif serta menunggu hasil autopsi medis untuk memastikan motif dan indikasi kekerasan seksual.
SuaraJatim.id - Tabir gelap yang menyelimuti kematian Merinda Tri Agustin (19) akhirnya tersingkap. Gadis belia yang ditemukan tewas tanpa busana di kamarnya di Desa Kalipenggung, Lumajang, dibunuh kekasihnya sendiri.
Aparat Polres Lumajang mengonfirmasi bahwa sosok berinisial Ari, yang merupakan pacar korban, telah ditetapkan sebagai tersangka utama dalam pembunuhan keji ini.
Awalnya, Ari mencoba memerankan lakon sebagai kekasih yang panik. Ia menghubungi tetangga Merinda, mengaku cemas karena teleponnya tak kunjung diangkat oleh sang gadis.
Skenario ini berhasil membuat orang lain menjadi sosok pertama yang menemukan jasad Merinda, seolah-olah Ari berada jauh dari lokasi saat nyawa kekasihnya dihabiskan.
Baca Juga:Gadis 19 Tahun di Lumajang Tewas Tak Berbusana, Ada Luka Sayatan
Namun, mata jeli tim Inafis dan Satreskrim Polres Lumajang tak bisa dikelabui. Di balik pintu kamar yang tertutup itu, jejak-jejak kekerasan berbicara lebih keras daripada alibi palsu sang pelaku.
Kondisi Merinda saat ditemukan sungguh menyayat hati. Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membeberkan detail yang menunjukkan betapa sadisnya menit-menit terakhir hidup korban.
"Berdasarkan olah TKP, ditemukan luka pada jari tangan kiri korban. Yang lebih mengenaskan, terdapat celana yang terikat kuat pada bagian leher korban, sementara mulutnya disekap menggunakan kain," ungkap Suprapto di Mapolres Lumajang, Sabtu (4/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Temuan ini menguatkan dugaan bahwa Merinda tidak hanya dianiaya, tetapi juga disiksa sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. "Bukti-bukti menunjukkan adanya penganiayaan berat," tambahnya.
Meski Ari telah diringkus tanpa perlawanan, kepolisian masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Pertanyaan besar mengenai apakah ada unsur kekerasan seksual sebelum pembunuhan terjadi masih menunggu jawaban dari tim medis RSUD dr. Haryoto.
Baca Juga:Terungkap Motif di Balik Tewasnya Siswa SMP Lumajang: Dendam Tiga Hari karena Teguran Guru
"Kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti luka-luka di tubuh korban dan apakah ada indikasi kekerasan seksual," jelas Suprapto.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Ari Nurul Aulia, menegaskan bahwa pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk menggali motif di balik aksi brutal tersebut.
Apakah karena api cemburu, sengketa pribadi, atau hal lain yang lebih gelap, polisi berjanji akan mengusutnya hingga tuntas.