Khofifah mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi yang dibangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, dan para petani melalui optimalisasi pola tanam, penggunaan benih unggul, penguatan jaringan irigasi, mekanisasi pertanian, hingga pendampingan berkelanjutan kepada petani.
Menurut Khofifah, keberhasilan meningkatkan produksi padi membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan dampak nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, pada komoditas kedelai, Jawa Timur juga terus memperkuat perannya sebagai salah satu daerah prioritas pengembangan nasional. Berbagai langkah dilakukan mulai dari peningkatan luas tanam, penggunaan varietas unggul, penerapan teknologi budidaya, hingga penguatan pendampingan petani guna meningkatkan produksi kedelai dalam negeri.
Khofifah menegaskan, penguatan ketiga komoditas strategis tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan harus dibangun secara komprehensif melalui pengembangan berbagai subsektor pertanian yang saling mendukung.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II/2026 di BPSDM Jatim, Tegaskan Kepemimpinan Inovatif
Ia juga mengapresiasi peran aktif TNI yang tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan negara, tetapi juga hadir mendampingi masyarakat dalam pembangunan sektor pertanian melalui pemanfaatan lahan produktif serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan petani.
“Semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI bersama masyarakat dalam panen raya ini menjadi contoh nyata bahwa membangun ketahanan pangan merupakan tugas bersama. Ketika seluruh komponen bangsa bergerak dalam satu tujuan, saya yakin cita-cita mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan akan semakin cepat terwujud,” ungkapnya.
Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap terus mendukung berbagai program strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Jawa Timur memiliki modal yang kuat untuk terus berkontribusi bagi Indonesia. Sebagai produsen gula terbesar nasional, salah satu lumbung padi Indonesia, serta daerah yang terus memperkuat pengembangan kedelai, kami siap mempererat sinergi dengan pemerintah pusat, TNI, petani, akademisi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya
“Kolaborasi adalah kunci. Dengan kerja keras, inovasi, dan gotong royong, kami optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh dan Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” lanjut Khofifah.
Baca Juga:Khofifah Apresiasi Peran Polri dalam Melayani Masyarakat di Hari Bhayangkara ke-80
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik merupakan bukti bahwa ketahanan pangan adalah gerakan nasional yang hanya dapat diwujudkan melalui persatuan dan kolaborasi seluruh komponen bangsa.
“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan dan bekerja bersama mewujudkan Indonesia yang berdaulat serta mampu memanfaatkan seluruh kekayaan alam demi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.
“Kita optimistis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit. Indonesia akan menjadi negara makmur. Kita ingin menjadi bangsa yang bangkit. Kekuatan dan kesejahteraan masyarakatnya menjadi pertahanan yang kuat bagi suatu bangsa,” pungkasnya.***