- Jenazah Tihwin Nuryanto, korban tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8, tiba di Madiun pada Selasa (29/9/2026).
- Tihwin ditemukan dalam operasi pencarian setelah dua pekan dan langsung dimakamkan berdampingan dengan kakaknya di TPU setempat.
- Kepergian Tihwin meninggalkan duka mendalam bagi istri dan empat anak yang kini membutuhkan bantuan biaya pendidikan.
SuaraJatim.id - Tangis keluarga pecah saat jenazah Tihwin Nuryanto (43), korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, tiba di kampung halamannya di Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Selasa (29/9/2026).
Setelah lebih dari dua pekan menjadi bagian dari operasi pencarian dan evakuasi korban kapal tersebut, Tihwin akhirnya kembali ke rumah dalam peti jenazah untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.
Jenazah Tihwin tiba di Madiun pada Selasa siang setelah diterbangkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada pagi hari. Dari Bandara Juanda, jenazah kemudian dibawa melalui perjalanan darat menuju rumah duka di Desa Kare.
Suasana haru menyelimuti kedatangan jenazah. Keluarga dan warga yang telah menunggu kemudian mengantarkan Tihwin ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Baca Juga:Tragedi KM Virgo di Masalembo: Tiga Warga Jember Masih Hilang, Petugas Kumpulkan Data Fisik DVI
Kepala Desa Kare Sunarno mengatakan, Tihwin ditemukan dalam operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 setelah sekitar dua pekan pencarian. Tihwin ditemukan tidak lama setelah jasad kakaknya, Taruno Hidayat, yang juga menjadi korban dalam kecelakaan kapal tersebut.
Namun, proses identifikasi jenazah Tihwin membutuhkan waktu lebih lama karena kondisi tubuh korban mengalami kerusakan.
"Jenazah dishalatkan dulu di masjid Dusun Seweru, setelah itu langsung dimakamkan di TPU setempat," ujar Sunarno.
Setelah dishalatkan, jenazah Tihwin kemudian dimakamkan di TPU kampung halamannya. Lokasi pemakaman itu sama dengan tempat Taruno Hidayat dimakamkan beberapa hari sebelumnya, pada Sabtu (26/9/2026).
Perwakilan keluarga, Darsiyanto, mengatakan keluarga menerima kepulangan Tihwin dengan duka mendalam. Meski kehilangan anggota keluarga, pihak keluarga bersyukur jenazah Tihwin akhirnya dapat ditemukan dan dipulangkan sehingga bisa dimakamkan di kampung halaman.
Baca Juga:Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa
Keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian hingga proses pemulangan jenazah Tihwin ke Madiun.
Tihwin dan Taruno merupakan dua bersaudara asal Kabupaten Madiun yang menjadi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Keduanya berangkat ke Kalimantan Selatan untuk berdagang komoditas sayuran hasil bumi dari Desa Kare ke Banjarmasin dengan tujuan menambah penghasilan keluarga.
Dalam kesehariannya, Tihwin bekerja sebagai tenaga ahli dekorasi pada jasa penyelenggara pernikahan. Sementara Taruno bekerja sebagai guru PPPK.
Taruno diketahui berangkat ke Kalimantan Selatan untuk mencari tambahan penghasilan bagi keluarganya. Tihwin kemudian ikut mendampingi sang kakak dalam perjalanan tersebut.
Kini, kepergian Tihwin meninggalkan seorang istri dan empat anak yang masih membutuhkan biaya pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga perguruan tinggi.
Harapan keluarga pun tertuju kepada masa depan anak-anak yang ditinggalkan Tihwin dan Taruno. Mereka berharap ada bantuan dan keringanan biaya pendidikan bagi anak-anak kedua bersaudara tersebut setelah kehilangan sosok yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.