- Balita bernama Calya Gavania Ragilia tertabrak truk di Lumajang pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2026.
- Korban meninggal dunia di rumah sakit setelah sempat dilarikan oleh warga untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
- Sopir truk bernama Mukhid mendatangi kantor polisi secara kooperatif setelah mengetahui kejadian tersebut dari rekaman CCTV viral.
SuaraJatim.id - Sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang merekam momen memilukan balita berusia dua tahun tertabrak truk di Lumajang mendadak viral di media sosial.
Korban bernama Calya Gavania Ragilia (2) mengembuskan napas terakhir usai dihantam truk yang melintas di hadapannya, Rabu (21/10/2026).
Insiden tragis tersebut terjadi di Jalan Umum Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Dalam rekaman video yang beredar luas di jejaring Facebook, sebuah truk bernomor polisi S 8328 ND terlihat melaju pelan dari arah utara. Truk tersebut dikemudikan oleh Mukhid (53), pria paruh baya asal Kecamatan Kunir.
Baca Juga:Hamil 8 Bulan, Guru SMK Mojokerto Gugur Bersama Janinnya Saat Berangkat Mengajar
Petaka terjadi begitu cepat. Tepat saat truk melintas, korban yang diduga lepas dari pantauan tiba-tiba berlari menyeberang jalan. Jarak yang teramat dekat dan dugaan area titik buta (blind spot) membuat tabrakan tak terelakkan.
Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Bayu Pratama Sudirno, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Korban sempat dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang guna mendapatkan pertolongan darurat.
"Korban meninggal dunia setelah sempat dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Luka yang dialami korban cukup fatal," ujar AKP Bayu, Rabu (21/10/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Fakta mengejutkan terungkap usai insiden tersebut. Sang sopir truk ternyata sama sekali tidak menyadari bahwa roda kendaraannya telah melindas seorang anak kecil.
Mukhid baru tersadar setelah video CCTV yang memperlihatkan truk miliknya viral di jagat maya dan ramai dikaitkan dengan kematian balita tersebut.
Baca Juga:Ini Identitas 4 Suporter PSS Sleman yang Tewas dalam Kecelakaan di Madiun
Merasa mengenali truknya dalam video yang beredar, Mukhid secara kooperatif langsung mendatangi kantor polisi untuk memberikan klarifikasi.
"Sopir ini datang ke Unit Laka bukan menyerahkan diri karena melarikan diri, melainkan ingin berinisiatif memberikan informasi. Dia awalnya tidak tahu kalau menabrak korban," beber Bayu.
Saat ini, Unit Laka Satlantas Polres Lumajang masih melakukan olah TKP dan memeriksa intensif sang pengemudi. Polisi mendalami seluruh faktor penyebab kecelakaan, mulai dari kelalaian berkendara, aspek blind spot truk, hingga faktor pengawasan orang tua terhadap balita tersebut di pinggir jalan raya.