- Mutasan tewas setelah terpeleset ke dalam kobaran api saat membakar sampah di Probolinggo.
- Insiden maut pada Selasa tersebut diduga dipicu kepanikan korban serta riwayat sesak napas.
- Aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan barang bukti dan menyelidiki kasus.
SuaraJatim.id - Aktivitas rutin membersihkan pekarangan berujung maut di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Mutasan, warga Desa Lambangkuning, tewas mengenaskan setelah terjatuh ke dalam kobaran api yang ia sulut sendiri di lahannya pada Selasa (20/10/2026).
Insiden nahas ini bermula saat korban membersihkan sisa-sisa sampah rumpun bambu (barongan) dengan cara dibakar. Namun, di luar kendali, api mendadak membesar dengan cepat.
Panik melihat kobaran yang kian liar, Mutasan berusaha memadamkannya seorang diri. Nahas, korban justru terpeleset dan langsung terperosok ke tengah kobaran api.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, membenarkan tragedi tersebut. Selain dugaan panik dan terjatuh, korban dilaporkan memiliki riwayat penyakit pernapasan yang diduga kambuh saat terkepung asap tebal.
Baca Juga:Geger Dugaan Aksi Bejat Oknum Gus, Ponpes di Probolinggo Mendadak Lengang Ditinggal Santriwati
"Informasi yang kami terima, korban berusaha memadamkan api yang membesar hingga akhirnya terjatuh dan terbakar. Korban memang dikabarkan punya riwayat sesak napas, namun belum dipastikan apakah penyakitnya kambuh saat kejadian atau murni kecelakaan," ungkap Oemar.
Tragedi ini menjadi alarm keras bagi masyarakat. Oemar mewanti-wanti warga agar tidak meremehkan aktivitas pembakaran sampah di lahan terbuka, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dan embusan angin kencang yang bisa mengubah percikan kecil menjadi malapetaka mematikan.
"Jangan pernah meninggalkan api tanpa pengawasan. Jika api mulai membesar dan sulit dikendalikan, jangan memaksakan diri memadamkannya sendiri. Segera minta bantuan warga sekitar atau hubungi pemadam kebakaran demi keselamatan jiwa," tegasnya.
Pasca-kejadian, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Garis polisi kini telah terpasang di area kejadian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (ANTARA)
Baca Juga:Tragedi Karhutla Bromo Terparah: Terjebak Kepungan Api, 4 Relawan Gugur dan 2 Kritis