Selain Maulana dan Ken, empat atlet asal Jawa Timur turut mempersembahkan medali dari cabang para renang, para atletik, dan para bulu tangkis.
Di cabang para renang, Mutiara Cantik Harsanto memperoleh perak nomor 100 meter gaya dada putri SB9 dan bersama Zahra Nur Azizah berhasil memperoleh medali perunggu nomor estafet campuran 4 × 100 meter gaya ganti 34 poin.
Dalam rekapitulasi per atlet, para renang mencatatkan dua emas, tiga perak, dan dua perunggu. Para panahan menghasilkan dua perak, sedangkan para atletik dan para bulu tangkis masing-masing menghasilkan dua perunggu.
Dari para atletik, Nanda Mei Sholihah meraih dua perunggu melalui nomor 200 meter putri T47 dan 100 meter putri T47. Sementara itu, Khalimatus Sa’diyah mempersembahkan dua perunggu para bulu tangkis dari nomor ganda putri SL3–SU5 dan tunggal putri SL4.
Baca Juga:Khofifah Dorong Museum Mpu Tantular Jatim lewat Kolaborasi dengan Rahmat Museum
Kontribusi tersebut menjadi bagian dari perjuangan Kontingen Indonesia di panggung Asia. Berdasarkan data perolehan medali nasional akhir, Indonesia berada di peringkat kedelapan dengan 73 medali, terdiri atas 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu.
Apresiasi Khofifah juga ditujukan kepada tiga atlet asal Jawa Timur lainnya yang memperkuat Indonesia, yakni Firza Faturrahman Listianto dari para atletik, Ubaidillah Amsyar Juba dari para renang, serta Ria Yuliati dari para taekwondo.
Menurutnya, pengalaman bertanding di tingkat Asia merupakan bagian penting dalam perjalanan prestasi. Seluruh atlet yang dipercaya mewakili Indonesia telah menjalani persiapan dan berjuang memberikan kemampuan terbaiknya.
“Kepada para atlet yang belum berhasil meraih medali, terima kasih telah berjuang membawa nama Indonesia. Tetaplah bersemangat dan jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk memperbaiki serta meningkatkan kemampuan. Perjuangan panjenengan semua tetap menjadi bagian dari kebanggaan Jawa Timur,” pesannya.
Dengan demikian, Jawa Timur berkontribusi melalui sembilan atlet dari empat cabang olahraga serta seorang pelatih para judo, Imam Kuncoro. Atlet binaan Imam mencatatkan satu perak dan dua perunggu. Capaian tersebut merupakan kontribusi kepelatihan yang disajikan tersendiri dan tidak dimasukkan dalam penghitungan 13 catatan medali atlet asal Jawa Timur.
Baca Juga:TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat
Khofifah turut mengapresiasi para pelatih, keluarga, pengurus NPCI, serta seluruh tim pendukung. Pendampingan sejak proses latihan hingga pertandingan dinilainya memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran, kesiapan, dan kepercayaan diri atlet.
“Terima kasih kepada para pelatih, keluarga, dan seluruh tim yang terus mendampingi perjuangan para atlet. Dukungan yang diberikan selama proses pembinaan hingga pertandingan merupakan bagian penting dari lahirnya prestasi yang membanggakan ini,” ungkapnya.
Khofifah menegaskan, capaian Asian Para Games 2026 perlu menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan olahraga yang inklusif dan berkelanjutan. Setiap atlet harus memperoleh kesempatan mengembangkan potensi melalui fasilitas latihan yang sesuai kebutuhan, pendampingan berkualitas, serta pengalaman berkompetisi.
“Kita ingin semakin banyak talenta olahraga Jawa Timur mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berprestasi. Karena itu, akses pembinaan dan dukungan bagi atlet penyandang disabilitas harus terus diperkuat agar mereka dapat mengembangkan kemampuan secara optimal,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, NPCI, pelatih, keluarga, dan berbagai pihak terus diperkuat untuk menjaga kesinambungan prestasi sekaligus menyiapkan generasi atlet berikutnya. Penghargaan terhadap perjuangan atlet perlu berjalan beriringan dengan dukungan nyata bagi pengembangan kemampuan mereka.
“Prestasi para atlet harus dihargai secara adil dan menjadi penguat komitmen kita dalam pembinaan. Mari terus memperkuat kolaborasi, kualitas latihan, dan regenerasi agar semakin banyak talenta Jawa Timur dapat berkembang serta berprestasi untuk Indonesia,” pungkas Khofifah.