Gubernur Khofifah Kirim Heli Water Bombing untuk Penanganan Kebakaran TPA Supit Urang Malang

Ia berharap masyarakat semakin waspada terhadap potensi kebakaran dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.

Fabiola Febrinastri
Senin, 26 Oktober 2026 | 11:54 WIB
Gubernur Khofifah Kirim Heli Water Bombing untuk Penanganan Kebakaran TPA Supit Urang Malang
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi kebakaran bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat di TPA Supit Urang, Kota Malang, Minggu (25/10/2026). (Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau langsung penanganan kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, Minggu (25/10/2026).

Dalam tinjauannya, Gubernur Khofifah mengapresiasi kerja keras petugas dan relawan sekaligus menegaskan bahwa keselamatan personel harus menjadi prioritas utama selama proses pemadaman berlangsung.

Kebakaran yang terjadi sejak Rabu (21/10/2026) itu berdampak pada area sekitar 15,5 hektare. Hingga Minggu siang, upaya pemadaman masih terus dilakukan karena kepulan asap masih terlihat dari sejumlah titik. Api diduga masih menyimpan bara di bagian dalam tumpukan sampah sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Khofifah menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas dan relawan yang telah bekerja keras menangani kebakaran tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa proses pemadaman di area timbunan sampah memiliki risiko tinggi.

Baca Juga:Gubernur Khofifah Sampaikan Keberhasilan Nawa Bhakti Satya Saat Pimpin Upacara Hari Jadi ke-81Jatim

Selain bara api yang dapat tersembunyi di bagian dalam, kondisi tumpukan yang tidak stabil berpotensi menyebabkan ambles dan membahayakan personel yang bekerja di atasnya.

“Terima kasih kita kepada relawan yang sangat luar biasa. Kita masih melihat relawan sangat banyak sekali di sana. Mereka harus menanggung risiko yang berat. Oleh karena itu, saya mohon kepada masyarakat, jangan ada yang melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun di area yang bisa berdampak pada terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Khofifah menekankan, upaya pemadaman harus dilakukan dengan memperhitungkan kondisi lapangan dan risiko yang mungkin dihadapi petugas. Keselamatan personel menjadi pertimbangan utama dalam menentukan metode penanganan, termasuk ketika petugas harus menjangkau bagian dalam tumpukan sampah yang masih menyimpan bara.

Khofifah menjelaskan, pemadaman kebakaran di TPA Supit Urang tidak cukup dilakukan dengan menyiram permukaan tumpukan sampah. Petugas perlu mengurai timbunan terlebih dahulu agar air dapat menjangkau sumber panas di bagian dalam, kemudian melakukan penyiraman dan pendinginan secara berulang pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

“Kalau tidak ada hujan signifikan yang membasahi, bagian atas mungkin sudah disiram, tetapi di bawah masih ada bara atau sekam. Sumber asapnya banyak sekali,” katanya.

Baca Juga:Khofifah Dorong Museum Mpu Tantular Jatim lewat Kolaborasi dengan Rahmat Museum

Untuk mempercepat penanganan, upaya pemadaman dilakukan melalui penyemprotan menggunakan selang dan dukungan operasi udara atau water bombing dengan helikopter. Bantuan dari udara dibutuhkan untuk menjangkau titik-titik yang masih mengeluarkan asap sekaligus membantu proses pendinginan di area yang sulit ditangani secara manual.

Khofifah menyebutkan, dukungan water bombing untuk penanganan kebakaran TPA Supit Urang mulai diperoleh pada Jumat (23/10/2026). Pada Minggu (25/10/2026), operasi udara kembali dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan di sejumlah wilayah yang juga mengalami kebakaran.

“Kita lihat hari ini ada water bombing. Ini tidak mudah hari ini untuk bisa mendapatkannya, karena sekian banyak daerah membutuhkan hal yang sama. Kita baru mendapatkan dukungan water bombing ini tanggal 23 kemarin pukul 11.00 WIB. Hari ini pun rencananya untuk karhutla di salah satu gunung di Jawa Timur,” jelasnya.

Berdasarkan laporan perkembangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur pada Minggu pukul 18.00 WIB, helikopter PK-DBM dengan kapasitas bucket 1.000 liter telah melaksanakan 21 kali pengeboman air atau water bombing, dengan total 21.000 liter air. Dengan rincian sortie 1 sebanyak 6 kali WB yaitu 6.000 liter, sortie 2 sebanyak 8 kali WB yaitu 8.000 liter, dan sortie 3 sebanyak 7 kali WB yaitu 7.000 liter.

Khofifah menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Malang dan unsur terkait untuk mengoptimalkan penanganan. Sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, instansi teknis, serta relawan diperlukan agar pemadaman berjalan efektif tanpa mengabaikan keselamatan personel.

Di tengah upaya pemadaman, Khofifah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran lain secara sembarangan, terutama saat kondisi cuaca kering. Menurutnya, tindakan pencegahan menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat meluas dan membahayakan masyarakat maupun petugas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak