Jerit Tangis Ibunda di Balik 48 Adegan Pembantaian Madiun: Hancur Hati Saya, Hukum Mati Dia!

Pelaku berinisial Tono memperagakan empat puluh delapan adegan pembunuhan istri siri dan balita di Madiun.

Wakos Reza Gautama
Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:25 WIB
Jerit Tangis Ibunda di Balik 48 Adegan Pembantaian Madiun: Hancur Hati Saya, Hukum Mati Dia!
Suharti (58) tak kuasa menahan derai air mata saat menyaksikan dari dekat proses reka ulang kasus dugaan pembunuhan keji yang merenggut nyawa putri kandungnya, Dini Hardianti (30), serta sang cucu, AGF (4), pada Selasa (27/10/2026). [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Pelaku berinisial Tono memperagakan empat puluh delapan adegan pembunuhan istri siri dan balita di Madiun.
  • Polda Jawa Timur menggelar pra-rekonstruksi kasus pembunuhan berencana tersebut pada hari Selasa tanggal 27 Oktober 2026.
  • Pelaku membakar jasad korban, mencacah tulang menggunakan mesin, lalu membuang sisa abu ke sungai.

SuaraJatim.id - Air mata Suharti (58) tumpah tak terbendung. Dengan tatapan nanar, ia menyaksikan langsung bagaimana Dwi Bagus Martono alias Tono (40), suami siri putrinya, memperagakan aksi sadis saat menghabisi nyawa putri kandungnya, Dini Hardianti (30), dan sang cucu yang masih berusia balita, AGF (4).

Jerit kepedihan Suharti menggema di sela pra-rekonstruksi yang digelar tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim di Madiun, Selasa (27/10/2026).

"Hancur, hancur-hancurnya! Enggak nyangka dia sekejam ini. Saya minta dihukum seberat-beratnya, kalau bisa hukuman mati. Ini menyangkut dua nyawa sekaligus," rintih Suharti dengan suara tercekat dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Kemarahan keluarga makin tersulut lantaran Tono sempat bersikap manipulatif. Sejak komunikasi keluarga dengan Dini terputus pada 20 September lalu, pria itu berdalih korban sedang pergi bekerja, bahkan sempat berlagak ikut mencari korban sebelum kejahatannya diendus polisi.

Baca Juga:Warga Madiun Gelar Doa Bersama, Berharap Bagian Tubuh Korban Pembunuhan Ditemukan

Total sebanyak 48 adegan diperagakan oleh penyidik di tiga lokasi berbeda untuk menyusun kembali mozaik pembantaian yang terencana dan berdarah dingin ini.

TKP pertama berada di Hotel Mataram Baru. Cekcok akibat konflik asmara dan tuntutan perhatian berujung maut di kamar hotel.

Setelah memastikan Dini tak bernyawa, Tono memasukkan jasad istri sirinya itu ke dalam kantong tidur (sleeping bag), lalu membawanya kabur menggunakan mobil.

TKP selanjutnya berada di rumah orang tua pelaku di Jalan Doho. Di sini Tanpa belas kasih, nyawa bocah mungil tak berdosa berusia 4 tahun itu dihabisi di dalam mobil Suzuki Karimun yang terparkir di kediaman orang tua tersangka.

TKP ketiga yakni rumah pribadi pelaku di Jalan Kunir. Di lokasi inilah kekejian tersangka mencapai puncaknya. Jasad ibu dan anak tersebut dibakar.

Baca Juga:48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri

Untuk menyamarkan jejak, tersangka sengaja membangun sebuah tungku baru di atas tanah bekas pembakaran setelah abunya dilarutkan.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, membeberkan fakta mengerikan perihal upaya sistematis tersangka melenyapkan jasad korban. Usai proses pembakaran, Tono diketahui secara khusus membeli sebuah mesin pencacah.

"Tersangka membeli mesin pencacah itu setelah proses pembakaran untuk menghancurkan sisa-sisa tulang korban. Setelah mesin digunakan, dua hari kemudian ia menyuruh rekannya untuk menjual mesin itu kembali," ungkap Jumhur.

Tak berhenti di situ, sisa abu dan serpihan tulang lantas dibuang ke aliran Sungai Winongo, Kota Madiun. Sebagian potongan tulang, abu, serta mesin pencacah kini telah diamankan dan dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) demi identifikasi ilmiah mendalam.

Kini, dinginnya dinding sel menanti Tono. Sementara keluarga korban hanya menyisakan satu tuntutan mutlak bagi pembantai dua nyawa tak berdaya itu yakni vonis mati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak