SuaraJatim.id - Kepala Bidang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Timur, RM Wiwied Widodo, mengatakan tidak benar harimau yang videonya viral karena disebut-sebut punya badan kurus itu nasibnya mengenaskan.
Wiwied mengaku sudah datang langsung mengecek kondisi harimau bernama 'Baksi' tersebut ke Lamongan, Selasa (08/09/2020) kemarin.
Usai memantau kondisi satwa yang dilindungi tersebut, Wiwied menilai berat badan si harimau masih ideal dan tidak kurus seperti dalam video.
"Saya pastikan kabar itu tidak benar. Faktanya harimau yang dianggap kurus itu memiliki berat badan yang ideal. Jadi mohon informasi yang ada di media sosial harus disaring dulu, tidak ditelan mentah-mentah," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2020).
Menurut Wiwied, dalam video memang terlihat harimau itu sangat kurus dan perutnya melihatkan cekungan. Hal itu disebabkan karena efek pengambilan video dengan jarak jauh, sehingga harimau terlihat kecil dan kurus.
Sedangkan mengenai perut harimau, sudah dikonfirmasi ke pengelola. Jika saat video itu diambil harimau memang kondisinya belum makan. Sehingga maklum perutnya terlihat membentuk cekungan dan kurus.
Kendati demikian, pihaknya memastikan jika harimau yang lahir pada 2005 silam itu, kondisinya sehat dan masih memiliki tubuh ideal.
"Setiap tiga bulan sekali kami mendapat report dari pihak managemen Kebun Binatang dan Goa Maharani mengenai pengelolaan dan pengembangan satwa di sini. Bahkan record penyakit masing-masing hewan di sini selalu dilaporkan kepada KSDA," kata Wiwied.
Konfirmasi kesehatan harimau itu bisa dilihat dari verifikasi beberapa tahap. Pertama, dilihat secara fisik atau morfologi. Kemudian mengecek rekam medis dengan meminta dokumen dari dokter hewan. Selanjutnya asupan nutrisi apakah sudah cukup atau belum asupan gizinya.
Baca Juga: Viral Video Harimau Kurus di Maharani Zoo, Ini Penjelasan Dokternya!
"Kategori kurus karena sakit itu bisa gangguan pencernaan dan cacingan. Tapi setelah kami cek dari data yang ada, kita tidak menemukan gangguan penyakit itu,” tuturnya.
"Sedang untuk nutrisi sendiri sudah sesuai standar. Yaitu berupa daging sebanyak 4 sampai 5 kilogram per hari," tuturnya lagi.
Sementara itu Dokter Hewan Ligaya Ita Tumbelaka mengatakan, kondisi harimau memang dalam keadaan sehat. Berat saat ini mencapai 103 kilogram.
Untuk berat ideal harimau ini biasanya berkisaran antara 95 hingga 115 kilogram. Jika kurang dari itu harimau dipastikan ada gangguan. "Beratnya masih normal kok. Tidak ada masalah," paparnya.
Perlu diketahui, harimau yang viral itu ternyata bernama Baksi. Hewan buas itu lahir pada tahun 2005 di Kebun Binatang Ragunan Jakarta.
Setelah satu tahun, Baksi dipindahkan ke Kebun Binatang Surabaya (KBS). Kemudian pada 2008 hingga sekarang baru dipindahkan ke Kebun Binatang Maharani Zoo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tolak Rekrutmen Manajer KDMP: Protes Massal Pengurus Koperasi Desa Merah Putih ke DPRD Blitar
-
Sembilan Tahun Sembunyi, Jejak Sang Penipu Mebel Terhenti di Kapas Krampung Surabaya
-
Penjual Tempe Probolinggo Tak Berdaya Motornya Dirampas Begal Bercelurit
-
Strategi Blusukan Desa di Jatim Manjur! Indosat Panen 14,4 Juta Pelanggan
-
Kasa Tertinggal di Tubuh: Diskes Tulungagung Kawal Dugaan Malapraktik yang Kini Masuk Ranah Polisi