SuaraJatim.id - Namanya juga suporter. Dububarkan susah. Ketika satu kelompok suporter pulang, rombongan suporter lain malah datang lagi. Bisa ditebak, lagi-lagi polisi dibuat sibuk membubarkan mereka, Sabtu (17/10/2020) malam.
Sabtu malam tadi memang tepat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Sepakbol Tuban (Persatu) yang ke-75. Ratusan Ronggomania--sebutan untuk suporter Persatu-- itu hendak melakukan longmarch.
Namun rencana mereka segera dibubarkan polisi lantaran tanpa memiliki izin. Selain itu, sampai dengan saat ini Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Selanjutnya petugas kepolisian mengumpulkan para suporter yang sudah mulai berkumpul di kawasan rest area Tuban itu.
Awalnya mereka hanya tampak beberapa orang saja. Namun semakin malam ternyata jumlah mereka semakin banyak. Mereka datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tuban.
"Saya tahunya dari medsos, katanya mau ada acara Ronggomania," ujar salah satu suporter yang berada di rest area kepada beritajatim.com, jejaring media suara.com, Minggu (18/10/2020).
Ratusan suporter Ronggomania itu kemudian dikumpulkan di parkiran rest area tersebut. Selanjutnya petugas kepolisian mengimbau kepada para suporter itu untuk segera membubarkan diri dan tidak melakukan kegiatan konvoi atau arak-arakan di jalan raya.
“Karena kegiatan ini tidak berizin dan saat ini masih dalam masa Pandemi. Saya minta kepada adik-adik semua untuk tidak melakukan arak-arakan. Saya minta untuk pulang ke wilayah masing-masing,” terang Kompol Budi Santoso, Kabag Ops Polres Tuban yang menghimbau para suporter untuk membubarkan diri.
Sebelum dibubarkan, petugas dari Polres Tuban memberi kesempatan kepada para suporter untuk berdoa bersama sebagai bentuk dukungan terhadap Persatu.
Selanjutnya setelah menyanyikam yel-yel kemudian mereka langsung diminta untuk membubarkan diri.
Baca Juga: 3 Truk Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalur Pantura Tuban, 1 Orang Tewas
“Saya melihat ini sudah pakai masker semua. Saat ini masih dalam masa Pandemi Covid-19, jangan sampai setelah mengelar acara kumpul-kumpul, pulangnya justru membawa virus. Nanti kasihan para orangtua kalian di rumah,” paparnya.
Usai mendapatkan imbauan, ratusan pendukung Persatu kemudian membubarkan diri dengan kembali ke wilayah masing-masing.
Namun, tak selang beberapa lama terdapat kelompok lain yang baru datang. Tentu saja, langsung konvoi keliling jalanan Kota Tuban dan akhirnya berhasil dibubarkan oleh petugas lantaran mengganggu arus lalu lintas.
Berita Terkait
-
3 Truk Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalur Pantura Tuban, 1 Orang Tewas
-
Kronologi Kecelakaan Maut di Tuban hingga Tewaskan 6 Orang
-
Berikut Ini Identitas Korban Kecelakaan Maut di Tuban
-
Kecelakaan Maut Tuban, 6 Rekan Tewas Tapi Sudarmoko Tak Luka Sedikitpun
-
Dipinang PKB Maju Pilbup Tuban, Anwar Lepas Jabatan Ketua DPC Demokrat
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Tragis! Bocah 8 Tahun Tewas Terseret Arus Sungai Kalibaru Banyuwangi
-
Ular Piton 4 Meter Telan Kucing di Penangkaran Surabaya, Evakuasinya Dramatis
-
Mengenal BUDDY, Alat Deteksi Dini Kanker Payudara Karya Mahasiswa Brawijaya
-
Angin Kencang Rusak 4 Sekolah dan Belasan Rumah di Jember, Atap Bangunan Beterbangan
-
Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran, Sehari Capai 9 Kali Letusan