SuaraJatim.id - Sejumlah orang mengatasnamakan Sahabat Khofifah Indar Parawansa menyatakan siap menyumbangkan 500 ribu suara untuk pasangan Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) di Pilkada Kota Surabaya.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Sahabat Khofifah, Ali Ashara, Minggu (1/11/2020) kemarin. Bahkan, Ali juga menyebut siap mengawal suara untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 02 tersebut di TPS-TPS di 31 kecamatan di Surabaya.
"Itu suara akan real kita dan kita siap mengawal dan memenangkan pak Machfud Arifin,” kata Ali Ashara menegaskan.
Namun bagaimana dengan sikap Gubernur Khofifah sendiri? Tim Media Gubernur Jatim Trisnadi Marjan menegaskan kalau Khofifah mengambil sikap netral dalam Pilkada 2020.
Ia menekankan tidak memihak pada salah satu paslon kepala daerah di manapun Pilkada serentak digelar. Hal itu, Trisnadi menegaskan, sekaligus merespons klaim dari sekelompok orang yang mengatasnamakan Sahabat Khofifah Indar Parawansa.
"Ibu Khofifah mengambil sikap netral di pilkada di semua daerah yang sedang menggelar kontestasi demokrasi. Jika ada yang menggunakan nama, atau inisial, yang mengatasnamakan atau mengesankan pribadi ibu gubernur, maka tidak ada hubungannya dengan Ibu Khofifah," katanya dalam rilis resmi, Senin (2/11/2020).
Trisnadi mengatakan Khofifah ingin menjaga kesamaan jarak dengan seluruh pihak. Salah satunya dengan tidak memberikan dukungan atau memihak para calon yang akan maju pada pilkada serentak.
Hal itu merupakan sikap adil sebagai gubernur yang merupakan milik seluruh warga Jatim.
"Dan Ibu Khofifah selalu berpesan agar semua pihak menjaga suasana proses demokrasi yang kondusif, menjaga nilai-nilai demokrasi yang arif," katanya.
Baca Juga: 2 Survei Beda Hasil, Er-Ji vs MAJU = Populi Center vs Poltracking Indonesia
Kontributor : Arry Saputra
Berita Terkait
-
2 Survei Beda Hasil, Er-Ji vs MAJU = Populi Center vs Poltracking Indonesia
-
Di Survei Poltracking Machfud-Mujiaman Justru Unggul Telak dari Eri-Armuji
-
Ini Nih Rincian Sumbangan Fulus Kampanye 2 Paslon di Pilkada Surabaya
-
Ketua SPSI Jatim Ajak Buruh Syukuri UMP, Tapi Sekjend Akan Gugat Gubernur
-
UMP Jatim Naik Tipis Rp 100 Ribu, Padahal Buruh Minta Rp 600 Ribu
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek
-
Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri
-
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim DVI Polda Jatim Kantongi 76 Data Ante Mortem
-
Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya