SuaraJatim.id - Kasihan benar melihat nasib mahasiswi Cantik bernama Fani Diah Kusmarani (20) ini. Pipi sebelah kanannya bengkak karena tulang rahangnya patah. Ia kini terkulai lemas di Rumah Sakit Haji, Sukolilo, Surabaya.
Fani, warga Kalilom Lor, Kenjeran, yang menjadi relawan PDI Perjuangan di Pilwalkot Surabaya itu menjadi korban penjambretan dua pemuda di Jalan Ir Soekarno (Merr) Rungkut, Rabu (09/12/2020) malam.
Kuswanto (51) ayah korban menjelaskan, anaknya menjadi korban penjambretan usai pulang jadi relawan Pilwakot bersama rekannya. Kepada jurnalis ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadian penyambretan tersebut.
"Informasinya, katanya sih dijambret. Kata teman-teman sekampus di jambret gitu," kata Kuswanto, seperti dikutip dari beritajatim.com, media jejaring suara.com.
Kuswanto menjelaskan, akibat mengalami patah tulang rahang, anak gadisnya ini akan menjalani operasi. Sebagai ayah berbagai cara akan ditempuh untuk menyelamatkan anaknya.
Bahkan pihak keluarga pun mendatangi kepolisian untuk meminta surat keterangan kecelakaan. Nantinya surat itu akan digunakan untuk mengajukan asuransi Jasa Raharja karena mengalami kecelakaan pasca-dijambret.
"Rahangnya dikabarkan patah atau retak. Tulang rahang sebelah kanan. Semoga anak saya lekas sembuh," ungkap Kuswanto.
Kuswanto menjelaskan saat kejadian sang putri bersama temannya berboncengan. Mereka pulang usai menjadi relawan perhitungan hasil suara di DPC PDI Perjuangan pada Pilkada Surabaya.
Setelah mengalami penjambretan itu, Kuswanto mengungkap ada beberapa barang milik anaknya hilang. Di antaranya STNK, Kartu Mahasiswa dan handphone. Kuswanto juga mengaku telah melaporkan ke pihak kepolisian setempat.
Baca Juga: Real Count Internal PDI Perjuangan Surabaya, Er-Ji Menang di 28 Kecamatan
Kanit Reskrim Polsek Rungkut Iptu Joko Soesanto saat dikonfirmasi membenarkan ada kejadian tersebut. Ia menjelaskan pihak keluarga hanya melaporkan untuk minta surat kejadian kecelakaan untuk asuransi.
Polisi pun menganjurkan laporan tersebut ke Satlantas Polrestabes Surabaya karena hanya satuan itu saja yang bisa mengeluarkan surat.
"Sudah ada pihak keluarga yang datang dan minta surat keterangan kejadian kecelakaan untuk asuransi. Laporan kepolisian belum saya terima," kata Joko.
Terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Adi Sutarwijonosm saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Korban merupakan relawan untuk memasukkan data suara di DPC PDI Perjuangan Surabaya.
Pihaknya saat ini meminta tim untuk berkoordinasi dengan pihak RSU Haji. Hal tersebut dilakukan agar korban mendapatkan pelayanan medis dan perawatan yang terbaik untuk korban.
"Iya, kita akan melakukan pendampingan dan akan menganti semuanya dan menanggung biaya pengobatan dan memberikan santunan," kata Adi.
Berita Terkait
-
Real Count Internal PDI Perjuangan Surabaya, Er-Ji Menang di 28 Kecamatan
-
Sudah Tak Kuat Menunggu, Makan Konate Resmi Tinggalkan Persebaya Surabaya
-
Ditemukan Pelanggaran, TPS di Surabaya dan Malang Ini Akan Coblosan Ulang
-
Fuad, Anak Risma Cukur Gundul Setelah Eri-Armuji Menang di Quick Count
-
Ditunggu Tidak Juga Turun, Ternyata Hamsah Pingsan di Atas Genteng
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh