SuaraJatim.id - Kemarin Kepolisian Surabaya mengamankan seorang pria yang terlibat kasus prostitusi online berinisial OS. Ia menjual 36 pelajar untuk melayani pria hidung belang.
Ongkos jasa layanan yang diberikan ke-36 pelajar itu sebesar Rp 50 ribu untuk 5 jam. Untuk transaksinya secara online, lewat media sosial Facebook dan lainnya.
Hanya saja, OS, membantah memperdagangkan para pelajar itu. Ia hanya menyediakan kamar kosan dan mereka menjual dirinya sendiri.
"Mereka memang WP, saya hanya menyediakan kamar kos-kosan," ujarnya, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Selasa (02/02/2021).
Sementara itu, Wakpolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, menjelaskan modus operandi yang dilakukan tersangka OS.
Menurut Slamet, tersangka OS alias "Om Kost" itu memiliki rumah kost yang disewakan harian atau beberapa jam. Tersangka merekrut anak di bawah umur (pelajar SMP, MTs, SMA, SMK) untuk menjadi reseller yang bertugas menawarkan jasa sewa kamar plus plus Wanita Panggilan (WP).
Tersangka juga merekrut anak di bawah umur yang mau ditawarkan sebagai Wanita Panggilan (WP). Semisal pelajar SMP, MTs, SMA, dan SMK.
"Tersangka menyuruh para reseller untuk membuat akun Facebook palsu kemudian bergabung di grup Facebook 'Info Kost & Kontrakan Area Mojokerto' dan 'Kost & Kontrakan Mojokerto, Ngoro, Pasuruan'," ujar Slamet dalam jumpa pers, Senin (01/01/2021).
Ketika ada calon penyewa kamar yang meminta info di grup Facebook tersebut, reseller akan mengkomentari di kolom komentar dengan 'inbox' (Facebook Messenger). Jika telah ada kesepakatan, percakapan akan beralih di Whatsapp.
Baca Juga: Viral Bocah Terjun Pakai Kresek dari Lantai 2, Warganet: Niru Free Fire!
Selanjutnya reseller menghubungi Tersangka sesuai permintaan tersangka dan tersangka akan mengirimi reseller nominasi WP beserta tarif dan nomor Whatsapp. Reseller komunikasi denganbWP atas perintah Tersangka.
Berita Terkait
-
Viral Bocah Terjun Pakai Kresek dari Lantai 2, Warganet: Niru Free Fire!
-
Duh! Pasutri di Surabaya Ini 'Didik' Anaknya Jadi Pencopet di Pasar
-
Keluarga Pencopet di Surabaya Diciduk Polisi
-
Pemkot Surabaya Minta Persebaya Cabut Laporan, Cari Jalan Tengah
-
Setelah Lama Nomaden, Akhirnya Persebaya Bisa Bermarkas di Surabaya
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
5 Mahasiswi UNU Blitar Jadi Korban Pelecehan Dosen di Kelas
-
Pengasuh di Tulungagung Culik Bayi 17 Bulan, Tertangkap Saat Hendak Seberangi Selat Sunda
-
7 Santri di Surabaya Jadi Korban Bejat Guru Ngaji
-
Dijual Rp400 Juta: Horor Penyekapan Warga Jepang di Markas Scamming Surabaya
-
Teka-teki Kerangka Manusia Mengering di Area Tambak Surabaya