Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Kamis, 11 Februari 2021 | 17:52 WIB
Whisnu Sakti Buana saat dilantik sebagai wali kota definitif oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa [Suara.com/Dimas Angga]

"Jadi ini sebetulnya dari situasi pandemi ini, mari kita konsentrasi, lebih fokusing banyak yang kita alihkan karena situasi pandemi ini, membangkitkan ekonomi di bawah harus kita segerakan. Ini bagaimana kita bisa muter ekonomi di bawah bisa kita bangkitkan kembali, dengan kondisi PPKM Mikro ini justru ada kesempatan dana kita gulirkan di bawah. Supaya PPKM di bawah bisa berputar," ujarnya.

Selain itu, dia ingin memunculkan dapur umum di semua Kampung Tangguh yang ada di Surabaya.

"Jadi buka dapur umum di kampung-kampung tangguh, dengan memberdayakan UMKM di sana. Bagaimana nanti membikin nasi bungkusnya, bagaimana nanti memberikan makan pada warga dan sebagainya, agar ekonomi di bawah semakin bergairah, ini yang kita inginkan," terangnya.

Selain itu, ada pemindahan dana, yang awalnya dari kedinasan PU ke tempat yang lebih strategis dalam penaganan Covid 19.

Baca Juga: Innalillahi! Gus Yaqub, Anggota Bawaslu Surabaya Meninggal Positif Covid

"Refocusing dari dana kelurahan dan beberapa proyek-proyek PU yang memang kita pikir belum strategis dilaksanakan tahun ini akan kita refocusing," ujarnya.

"Ini lagi kita inventarisir terus. Kemarin ada sekitar 300-500 Miliar untuk pendanaan. Itu dari PU, tapi nanti ada beberapa desk coba kita lihat," katanya.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Load More