SuaraJatim.id - Kasus Covid-19 di Kota Surabaya masih terus naik. Kabar terbaru, ada puluhan Rukun Tetangga (RT) di kota pahlawan itu yang masuk zona merah penyebaran virus asal Wuhan China itu.
Hal ini disinyalir menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Surabaya cukup tinggi. Tercatat berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Surabaya ada 59 kasus positif Covid-19 pada Kamis 24 Juni 2021.
Jumlah ini secara angka seluruh kota memang mengalami penurunan dibandingkan dengan Rabu 23 Juni 2021 kemarin yang sejumlah 62 kasus.
Namun dalam lima hari terakhir sejak 20 Juni 2021 terdapat tambahan 309 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Surabaya. Dengan total akumulasi kasus mencapai 24.992 kasus, dengan rincian 387 kasus Covid-19 aktif, 23.218 kasus sembuh, dan 1.387 pasien meninggal dunia.
Seperti dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya Febria Rahcmanita, ada 31 RT di Surabaya masuk zona merah Covid-19.
"Kemudia 248 RT lainnya masuk dalam zona kuning Covid-19," ujar Febria, dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, Kamis (24/6/2021).
Febria mengimbau kepada seluruh RT, RW, dan LKMK untuk semakin menggencarkan program 3T , yaitu Testing (Pemeriksaan dini), Tracing (Pelacakan), dan Treatment (Perawatan).
Ia menekankan, ketika ditemukan kasus positif di suatu wilayah, harus segera dilakukan tracing, kemudian isolasi dan memberikan treatment berupa pengobatan terhadap pasien positif Covid-19 tersebut.
"Yang harus kita lakukan adalah melakukan testing, tracing, dan treatment secara masif," kata dia.
Baca Juga: 38 Anak di Kota Surabaya Terpapar Covid-19, Rata-rata Tanpa Gejala
Saat disinggung mengenai vaksinasi, ia menjelaskan bahwa vaksinasi yang dilakukan kali ini, lanjut Febria, tidak hanya ditujukan kepada masyarakat yang bekerja di pelayanan publik, Lansia, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), maupun disabilitas.
Namun, vaksinasi akan diberikan untuk seluruh warga yang berada di zona merah dan kuning berusia 18 tahun ke atas sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Vaksinasi akan diberikan kepada seluruh warga yang berada di zona merah dan kuning berusia 18 tahun ke atas dan sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh Kemenkes," katanya.
Febria menambahkan, saat ini pihaknya sudah memiliki data masyarakat yang sudah menerima vaksin maupun belum. Masyarakat pun tidak perlu khawatir akan ketersedian vaksin, karena Dinkes memiliki jumlah vaksin yang cukup untuk diberikan kepada warga Surabaya.
Berita Terkait
-
38 Anak di Kota Surabaya Terpapar Covid-19, Rata-rata Tanpa Gejala
-
Covid Kembali Melejit, Pembelajaran Tatap Muka di Surabaya Dibatalkan
-
Pos Penyekatan dan Tes Swab di Suramadu Dihapus, Gantinya Wajib Punya SIKM
-
Prihatin Penyerangan Petugas Pos Penyekatan Suramadu, Warganet: Nduableg Pol!
-
Lewat Suramadu ke Surabaya Warga Bangkalan Harus Punya SIKM, Kalau Tidak...
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Menteri PKP Apresiasi BRI Atas Peran Strategis Fasilitasi KPR Subsidi
-
Update Dampak Gempa Pacitan: 15 Warga Bantul Luka-luka, Belasan Bangunan Rusak
-
Target Percepatan Elektrifikasi 100 Persen, Gubernur Khofifah Pasang Listrik Gratis untuk 3.400 RTM
-
Gempa M 6,2 Guncang Pacitan: Satu Warga Meninggal Dunia Pasca Evakuasi, Bangunan Rusak Didata
-
Gempa M 6,4 Guncang Pesisir Selatan Jawa, Pacitan hingga Surabaya, Ini Penjelasan BMKG