SuaraJatim.id - Arief Harsono, Direktur Utama atau CEO Samator Group (PT Samator) meninggal dunia, Jumat (02/07/2021) malam. Pengusaha top Surabaya ini meninggal setelah berjuang melawan Covid-19.
Lalu siapa sebenarnya Arief Harsono ini? Nama Arief Harsono di Surabaya tentu sangat populer. Dia pendiri perusahaan Samator Group pada 1971.
Lahir di Toli-toli Sulawesi Tengah 18 Juli 1954, Arief Harsono merintis perusahaan Samator yang bergerak di bidang industri konstruksi mekanikal, elektrikal dan perdagangan alat kesehatan.
Klien utamanya adalah perusahaan gas industri swasta nasional maupun asing, termasuk perusahaan BUMN. Selama pandemi ini, Samator menyuplai sebagian besar tabung gas oksigen untuk rumah sakit di Indonesia.
Dilansir dari laman website perusahaan www.samator.com, perjalanan Samator Group menjadi perusahaan gas yang sukses ternyata cukup panjang.
Pada tahun 1975, Samator memulai bidang usahanya dengan memproduksi asetilen. Sejak itu, Samator telah tumbuh menjadi grup perusahaan multi triliun rupiah dengan pegawai lebih dari tiga ribu orang.
Pada tahun 2004, Samator melakukan ekspansi usaha gas industrinya secara agresif dengan melakukan akuisisi atas PT Aneka Gas Industri (AGI).
Bidang usaha AGI telah tumbuh lebih dari enam kali dalam satu dekade terakhir ini dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) yang impresif sebesar 20 persen.
Pertumbuhan yang signifikan ini di capai melalui kerja keras dari tim kami yang berkomitmen untuk menerapkan pengetahuan global dengan konten lokal dalam melayani pelanggan kami yang beragam.
Baca Juga: Arief Harsono, Bos Samator Group Meninggal Dunia Karena Covid-19
Grup Samator, dengan fasilitas lebih dari 50 pabrik dan 100 pos pengisian, telah mampu menyediakan serangkaian produk dan jasa gas industri dalam memenuhi permintaan pasar secara nasional.
Merek Samator dikenal sebagai perusahaan gas industri pertama di Indonesia dengan jaringan distribusi terbesar dan terluas secara nusantara. Samator pun menjadi pemasok gas industri yang diandalkan di Indonesia.
Sebagai bagian dari strategi korporasi kami, Grup Samator juga bermitra dengan perusahaan gas industri kelas dunia, seperti Taiyo Nippon Sanso Corporation, Tomoe Shokai Co. Ltd., dan Hangzhou Hangyang Co.,Ltd.
Kemitraan ini memberikan keuntungan kepada kami untuk memanfaatkan teknologi paling mutakhir, memenuhi permintaan pasar dan mempertahankan standar kualitas secara global atas produk dan keunggulan operasional.
Grup Samator terus mengembangkan kegiatan usaha ke berbagai industri, termasuk kesehatan, kimia, engineering procurement and construction (EPC), otomotif dan properti.
Setelah penerbitan obligasi kedua di akhir tahun 2012, Grup Samator melakukan restrukturisasi organisasi pertama sebagai bentuk respon terhadap tantangan ekonomi mendatang. Grup Samator juga telah merumuskan ulang visi, misi dan nilai-nilai luhurnya.
Berita Terkait
-
Arief Harsono, Bos Samator Group Meninggal Dunia Karena Covid-19
-
LANTUM: Kebijakan dan Inovasi Pelayanan Pertanahan di Kota Surabaya
-
Wali Kota Surabaya Sebut PPKM Darurat Bukan Untuk Bikin Susah Masyarakat
-
Juragan yang Aniaya ART di Surabaya Jadi Gila, Kuasa Hukum Minta Kasus Dihentikan
-
PN Surabaya Lockdown, 27 Pegawai Termasuk Hakim dan Scurity Positif Covid-19
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Madura Unied Tancap Gas, Ze Gomes: Liga Indonesia Tidak Gampang
-
Wakil Wali Kota Blitar Pimpin Demo ke Balai Kota: Buntut Dana KONI Mampet
-
KAI Daop 8 Tambah 1.032 Kursi Kereta Surabaya-Jakarta Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
-
Nenek Kartini Ditemukan Tewas di Hutan Bojonegoro Setelah 14 Hari Hilang
-
Gunung Semeru Erupsi, Bandara Notohadinegoro Jember Masih Buka