SuaraJatim.id - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berkomitmen untuk membersihkan proses pengisian perangkat desa dari tindak kecurangan.
Dia pun meminta bantuan warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur untuk memantau proses jalannya pengisian perangkat desa yang digelar mulai November tahun ini.
Tak hanya itu, dia juga mengajak agar masyarakat bisa melaporkan kejadian tindak kecurangan selama proses berlangsung.
Melalui akun instagram pribadinya @dhitopramono, dia meminta warga turut membantu memantau seleksi pengisian perangkat desa.
"Warga Kediri tolong bantu saya! Pantau seleksi pengisian perangkat desa," tulisnya dalam foto yang diunggah.
Pria yang akrab disapa Mas Dhito tersebut mengatakan, dirinya tidak menginginkan ada praktik jual beli jabatan perangkat desa di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
"Hari ini persoalan jual beli jabatan perangkat desa harus hilang dari Kabupaten Kediri. Saya tak peduli siapa yang mem-backup, saya bekerja untuk masyarakat," tulisnya.
Dia juga meminta peran aktif masyarakat dengan memberikan informasi bila menemukan indikasi kecurangan pada pengisian perangkat di daerahnya.
"Yuk kita mulai dari hal sederhana tapi berdampak luar biasa bagi masa depan kabupaten kediri. Bagi kalian yang peduli terhadap masa depan kabupaten kediri tercinta ini tolong laporkan segala macam kecurangan atau penyelewengan dalam pengisian perangkat desa. Bisa langsung DM atau melalui halomasbup. “INI SEDERHANA TAPI BERMAKNA LUAR BIASA” Matur sembah nuwun," tulisnya dalam caption.
Baca Juga: Sorot Mata Menjijikan 'Bos' Cabul Perusahaan Pelat Merah di Kediri
Untuk diketahui, saat ini, proses pengisian perangkat desa di Kabupaten Kediri digelar secara serentak di 147 desa yang tersebar di 22 kecamatan dengan 305 jabatan perangkat. Sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 48 Tahun 2021 yang telah disahkan, pengisian perangkat desa telah dikembalikan menjadi kewenangan kepala desa.
Unggahan tersebut pun mendapat beragam komentar dari warganet.
"Support om Dhito ," ujar akun centang biru @hartonohosea.
"Yang pelosok2 pak jarang ter ekspose, diam2 aja soalnya," kata @mukh***
"Bener mas, kerjo kok golek bengkok tok jan ra Masokkkk. Btw bukti apa ae yang harus dilampirkan?," ucap @bila***
"setiap jabatan biasanya minim 100 juta," ujar @arkan***
Berita Terkait
-
Sorot Mata Menjijikan 'Bos' Cabul Perusahaan Pelat Merah di Kediri
-
Protes Dugaan Kecurangan Hasil Tes Perangkat Desa di Kediri, Warga Kirim Karangan Bunga
-
Pelatih Persib: Marc Klok Cedera Saat Hadapi Persik Kediri
-
Tes Perangkat Desa di Kediri Tiba-tiba Serentak Disetop, Diduga Ada Kesalahan Penilaian
-
Hasil BRI Liga 1: Gol Tunggal Frets Butuan Bawa Persib Bandung Bungkam Persik Kediri
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Pascakecelakaan Maut Wonokitri, BB TNBTS Bongkar Ulang Standar Keamanan Jip Bromo
-
Detik-Detik Ban Elf Meledak di Tol Jomo: Mobil Oleng dan Terbalik, Satu Orang Alami Luka Berat
-
Gubernur Khofifah Tinjau PG Ngadirejo Milik PT SGN, Optimis Capai Target Swasembada Lebih Cepat
-
Dua Dekade Lumpur Sidoarjo: Ekosistem Sungai Porong yang Tercekik dan Ikan yang Terdeformasi
-
Bak Film Aksi, Pengedar Sabu di Bangkalan Kabur Lewat Genteng Lalu Nyungsep dari Plafon