SuaraJatim.id - Pengajian kitab kuning memang lekat dengan pesantren. Saban Ramadhan, kegiatan ibadah para santri di pondok pesantren biasanya mengisi hari dengan mengaji.
Tidak terkecuali di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur ( Jatim ). Selama Ramadhan 1443 H ini, pondok yang didirikan KH Hasyim Asyarai itu pun menggelar sejumlah pengajian kitab.
Pengajian kilat Ramadhan ini diisi dengan pengajian puluhan kitab kuning. Nah, tahun ini salah satu kitab yang dikaji adalah "Hadzihi Risalah Jamiah Maqasid" karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.
Kemudian kitab Nurudz Dzolam, karya Syaikh Nawawi Al-Bantani. Kemudian juga kajian Shohih Bukhori yang notabene sudah menjadi tradisi yang terus dipertahankan sejak masa pendiri pesantren hingga saat ini.
Pengurus pesantren Tebuireng Jombang Teuku Azwani menjelaskan, ada puluhan kitab kuning yang dikaji selama puasa Ramadhan. Kiai dan ustaz yang menyampaikan pengajian juga bergantian. Semisal kajian kitab Sahih Bukhari disampaikan oleh KH Kamuli Kudlori.
Kajian ini dilakukan dua kali, yakni pukul 08.30 – 13.00 WIB dan pukul 15.30 – 17.30 WIB atau ba’da asar bertempat di serambi masjid induk pesantren Tebuireng Jombang.
Kemudian kitab Irsyadul Mukminin karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang diampu oleh KH Fahmi Amrullah Hadzik. "Kajian kitab kuning ini dimulai setelah salat zuhur. Tempatnya juga di serambi masjid Tebuireng," kata Azwani seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Senin (04/04/2022).
Selain itu juga ada KH Taufiqurrahman, pengasuh PPSA (Pondok Pesantren Sunan Ampel) Jombang yang menyampaikan kajian kitab kuning. Waktunya setelah salat tarawih.
Sementara KH Syakir Ridlwan menyampaikan kajian kitab Hadzihi Risalah Jamiah Maqasid, karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Kajian ini dilakukan di masjid Tebuireng setelah subuh.
Baca Juga: Komplotan Geng Motor yang Videonya Viral Aniaya Pengguna Jalan Diringkus Polisi Jombang
"Masih ada puluhan kitab lainnya yang dikaji dalam kegiatan Ramadan di Tebuireng. Semisal kitab Risalah Ahli Sunah Wal Jamaah, Irsyadul Mu’minin, dan lain sebagainya. Selain di serambi masjid, kajian tersebut juga dilakukan di wisma santri," katanya memungkasi.
Berita Terkait
-
Komplotan Geng Motor yang Videonya Viral Aniaya Pengguna Jalan Diringkus Polisi Jombang
-
Meresahkan! Geng Motor di Jombang Hajar Warga dan Rusak Sepeda Motor
-
Viral Video Pengeroyokan Siswa SMP di Jember, Warganet: Harus Dihukum dan Dipenjara..
-
Kemarin Ramai Sorotan Emil Dadak Jadi Ketua DPD Demokrat Jatim, Penganiayaan Siswa Jombang hingga Kemacetan Pantura
-
Giliran Warga Jombang Diramaikan Kasus Penganiayaan Siswa, Videonya Viral di WhatsApp
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
BRI KKB Expo 2026 Digelar Serentak, Ada Beragam Promo untuk Pembelian Kendaraan
-
Promo HUT Ke-81 RI dari BRI, Nikmati Penawaran Menarik untuk Kuliner, Travel, dan Hiburan
-
Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Khofifah Gratiskan Naik Trans Jatim pada 17 Agustus 2026
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi
-
HUT RI Berdarah di Mojoagung: Gegara Geber Motor, Remaja Jadi Bulan-bulanan Massa