SuaraJatim.id - Petugas kepolisian melakukan rekontruksi kecelakaan bus pariwisata PO Ardiansyah di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Dalam insiden tersebut, sebanyak 16 orang tewas dan 17 orang mengalami luka-luka.
Dalam reka ulang ini, petugas menghadirkan tersangka kecelakaan bus maut ini, Ade Firmansyah (29), warga Sememi, Pakal Surabaya. Selain itu juga sopir utama bus Ahmad Adi Ardiyanto (31) asal Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
Pantauan di lokasi, rekontruksi itu dilakukan di tiga lokasi. Pertama di tempat parkir exit Tol Penompo. Di tempat tersebut, adegan memperagakan ikhwal rombongan warga Gang 3, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya masuk ke dalam bus.
Rombongan kemudian berangkat menuju kawasan wisata Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, pada Sabtu (14/5) malam. Saat itu Ade duduk di kursi sebelah kiri kemudi. Masih di lokasi yang sama, adegan juga menunjukan saat rombongan tiba di kawasan Malioboro, Yogyakarta.
Sementara lokasi rekontruksi kedua berada bahu jalan di depan pintu keluar Tol Penompo. Lokasi itu, diibaratkan tempat rest area Saradan, awal mula Ade mengemudikan bus. Bermula ketika seluruh penumpang masuk ke dalam bus usai menunaikan ibadah salat subuh.
Ketika itu, Adi yang lelah memilih tidur di bagasi bagian belakang bus. Sementara Ade menunggu di kursi bagian dalam bus. Sekira 20 menit kemudian seluruh penumpang masuk ke dalam bus. Ade yang melihat rekannya tidur kemudian mengambil inisiatif untuk mengemudikan bus dengan nomor polisi S 7322 UW tersebut.
Dalam rekontruksi kedua ini juga memperlihatkan kala Ade sempat diingatkan salah seorang penumpang perempuan yang duduk di kursi belakang kemudi. Lantaran Ade mengemudikan bus dengan kecepatan mencapai 120 Km/jam.
Namun, Ade justru meminta agar penumpang tersebut tidak khawatir dan melanjutkan beristirahat. Selain itu Ade juga memperagakan bagaimana ia mengemudikan bus dalam keadaan tertidur lelap sekitar 1 kilometer sebelum terjadi kecelakaan.
Sementara lokasi ketiga berada di tempat kecelakaan bus menabrak tiang vareable message sign (VMS) di KM 712.400 A Tol Sumo. Di tempat ini Ade memperagakan bagaimana ia terlempar keluar bus sejauh kurang 20 meter. Selain itu, Adi sang sopir utama juga memperagakan bagaimana ia keluar dari bagasi setelah kecelakaan terjadi.
Baca Juga: Merawat Sejarah Soekarno Kecil di Mojokerto
"Ada 3 tempat rekontruksi ini. Pertama kita ibaratkan awal keberangkatan dan perjalanan bus dari Surabaya, Yogyakarta. Lokasi kedua diibaratkan di rest area Saradan tempat pergantian sopir, dan ketiga lokasi kecelakaan," kata Kasat Lantas Polres Kota (Polresta) Mojokerto, AKP Heru Sudjio Budi Santoso, Kamis (2/6/2022).
Heru menjelaskan, rekontruksi ini merupakan rangkaian proses penyidikan guna mengetahui kronologi detail kecelakaan bus yang berisi 34 orang itu. Menurutnya, tidak ditemukan fakta baru dalam rekontruksi yang berlangsung sejak pukul 11.00 hingga pukul 11.32 WIB itu.
"Tidak ada fakta baru, ini sesuai dengan keterangan saksi-saksi maupun sopir. Sejauh ini apa yang disampaikan tersangka sudah sesuai," ungkap Heru usai memimpin jalannya rekontruksi.
Sejauh ini lanjut Heru, pihaknya tidak menemukan kesulitan yang berarti dalam penyidikan kasus kecelakaan maut ini. Dalam waktu dekat, ia berupaya untuk segera menyelesaikan berkas penyidikan agar bisa segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto.
"Saksi, baik sopir utama, pemilik armada bus maupun tersangka sangat kooperatif. Sampai saat ini tersangka masih satu orang, belum ada tambahan," ucap Heru.
Sementara itu, dalam rekontruksi ini pihak kepolisian juga mendatangkan penasehat hukum Ade Frimansyah. Selain itu juga, polisi juga menghadirkan tim JPU Kejari Mojokerto yang nantinya akan menangani kasus kecelakaan maut ini dalam persidangan.
Berita Terkait
-
Merawat Sejarah Soekarno Kecil di Mojokerto
-
Diduga Sopir Ngantuk, Truk Tangki Air Oleng Lalu Hantam Pagar Pengaman Tol Jombang-Mojokerto
-
Agus Nekat Merampok Toko Perhiasan di Mojokerto karena Terlilit Utang
-
Ini Dia Sosok Agus Warga Gresik Perampok Toko Emas di Mojokerto, Motifnya Buat Bayar Hutang
-
Razia Indekos di Kota Mojokerto, Satpol PP Tangkap Basah Pasangan Muda-mudi Berduaan di Kamar
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Komitmen Pendidikan Berkualitas, Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan dari BMPS
-
Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan di Pacitan, 7 Rumah Rusak
-
5 Fakta Pikap Sayur Tabrak Penonton Balap Liar di Magetan, 2 Orang Tewas
-
Gubernur Khofifah Tangani Banjir Situbondo Cepat dan Terpadu: Keruk Sungai, Penguatan Infrastruktur
-
5 Fakta Kades di Lumajang Tabrak Pemotor hingga Tewas, Mobil Ngebut!