SuaraJatim.id - Satpol PP melakukan razia ke sejumlah indekos atau rumah kos ilegal di Kota Mojokerto, Selasa (31/5/2022). Hasilnya, petugas memergoki pasangan muda-mudi berduaan di kamar.
Pantauan Suara.com, razia rumah kos ilegal ini dilakukan petugas penegak perda sejak pukul 10.00 WIB. Mulanya petugas mendatangi rumah kos di Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Selain memeriksa perizinan rumah kos, petugas juga melakukan pengecekan di dalam kamar.
Hasilnya petugas justru menemukan dua pasangan muda-muda sedang berada di dalam kamar kos. Bahkan satu perempuan diketahui masih di bawah umur. Kepada petugas para sejoli ini mengaku tidak berbuat apa-apa bahkan satu diantaranya mengaku sudah menikah.
Akan tetapi, petugas penegak perda tetap membawa dua pasangan tersebut ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto. Lantaran saat diminta untuk menunjukan dokumen bukti pernikahan, pasangan yang mengaku asal Kabupaten Jombang ini tidak bisa menunjukannya.
Kemudian petugas melanjutkan pengecekan di rumah kos di Jalan Jawa, serta di lingkungan Pekayon, Kelurahan/Kecamatan Kranggan. Di lokasi ini petugas tidak mendapati penghuni kos yang diduga berbuat mesum. Selanjutnya, petugas mengecek sebuah rumah kos di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon.
Namun di lokasi ini petugas juga tidak menemukan adanya pelanggaran, hanya saja disinyalir rumah kos tersebut belum memiliki izin. Akan tetapi petugas gagal bertemu dengan pemilik kos lantaran, pemilik kos tidak tinggal di lokasi tersebut.
"Hari ini kami melakukan pemeriksaan rumah kos yang belum memiliki izin operasional. Ada 6 rumah kos yang kita cek, dan ada 2 pasangan yang kita amankan," kata Kasi Operasional Satpol PP Kota Mojokerto, Mulyono Senin (31/5/2022).
Disampaikan Mulyono, dari 6 rumah kos yang dilakukan pengecekan, seluruhnya belum mengantongi izin operasional. Pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap pemilik rumah kos agar segera melakukan pengurusan perizinannya.
"Kita akan koordinasi dengan DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Mojokerto untuk pemanggilan pemilik rumah kos ini," jelas Mulyono.
Baca Juga: Berdoa di Makam Sunan Pangkat Dua Hari Dua Malam, Warga Gubeng Surabaya Ditemukan Tak Bernyawa
Sementara untuk dua pasangan yang kepergok petugas dalam satu kamar kos, lanjut Mulyono akan dilakukan pembinaan. Satpol PP akan memanggil para orang tua pasangan sejoli ini, termasuk memastikan kebenaran pengakuan satu pasangan yang menyatakan sudah menikah.
"Kita periksa, kita panggil orang tuanya untuk dilakukan pembinaan. Karena salah satunya masih anak dibawah umur," tukas Mulyono.
Kontributor : Zen Arivin
Berita Terkait
-
Maling 'Solo Karir', Beraksi Sendirian Bobol Toko Emas Sikat 12 Perhiasan di Mojokerto
-
11 Kasus Penyakit Masyarakat Diungkap Kepolisian Madiun, Tujuh Orang Diamankan
-
Apes! Bikers di Bandung Terpaksa Pulang Sunmori Naik Angkot Gara-gara Sepeda Motornya Disita Polisi
-
Minyak Goreng di Mojokerto Aman dan Sesuai HET, yang Menimbun Bakal Disanksi Tegas
-
Berdoa di Makam Sunan Pangkat Dua Hari Dua Malam, Warga Gubeng Surabaya Ditemukan Tak Bernyawa
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi