SuaraJatim.id - Kantor Asprov PSSI Kota Blitar tiba-tiba banyak tempelan kertas bertuliskan cacian kepada federasi sepak bola Indonesia.
Diduga, aksi vandalisme tersebut dilakukan oleh oknum yang ingin Shin Tae-yong tetap melatih Timnas Indonesia.
Kertas-kertas tulisan cacian tersebut menempel di tembok Kantor PSSI Kota Blitar.
Ketua PSSI Kota Blitar, Yudi Meira angkat bicara mengenai hal tersebut. Dia mengatakan, sudah biasa dengan cara-cara para penggemar sepak bola dalam menyampaikan aspirasi seperti itu.
Namun, dia mengingatkan bahwa masalah tim nasional merupakan wewenang PSSI pusat.
“Itu kan suporter atau pecinta bola menyampaikan aspirasi sudah biasa, tapikan terkait dengan Shin Tae-yong itu kan kita juga ada PSSI pusat jadi PSSI Kota Blitar sendiri tidak tahu menahu soal STY,” ujarnya disadur dari BeritaJatim--partner Suara.com, Kamis (9/1/2024).
Yudi menegaskan tidak ada kaitannya dengan keputusan pemberhentian Shin Tae-yong dari pelatih kepala tim nasional.
Keputusan tersebut sepenuhnya berada di PSSI. Daerah tidak ada kaitannya sama sekali. “Nanti kalau ada yang menyampaikan aspirasi akan sampaikan ke PSSI Jawa Timur,” tegasnya.
Dia mengaku tidak terganggung dengan kertas-kertas yang menempel di dinding. Tidak ada kerugian dari pihaknya.
Baca Juga: Persik Kediri Harus Bayar 2 Denda Akibat Ulah Suporter
“Sebenarnya kita tidak ada efeknya, karena kita tidak terkait dengan pengelolaan PSSI pusat,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Bawa Polisi, Suami Gerebek Oknum Dokter dan Istrinya di Ruang Kepala Puskesmas Sampang
-
Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa
-
Bupati Pamekasan Buka Suara Soal Rusuh Indomaret: Sudah Diberi SP1, Malah Nekat Bangun Malam Hari
-
Diteror Foto Asusila Editan AI, Wanita di Gresik Menangis Histeris di Depan Kapolres
-
Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib