SuaraJatim.id - Kasus hukum yang melibatkan tokoh pers nasional, Dahlan Iskan, memasuki babak baru yang krusial.
Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) secara resmi telah menaikkan status hukum mantan Menteri BUMN tersebut dari saksi menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana serius.
Penetapan ini mengakhiri spekulasi yang berkembang selama berbulan-bulan sejak kasus ini pertama kali dilaporkan. Langkah tegas Polda Jatim ini tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterbitkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).
Berdasarkan dokumen resmi bernomor B/1424/SP2HP-8/VII/RES.1.9./2025/DIRRESKRIMUM tertanggal 7 Juli 2025, penyidik menyatakan telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka.
Dalam surat tersebut, tidak hanya nama Dahlan Iskan yang tercantum. Seorang individu lain bernama Nany Wijaya juga turut ditetapkan sebagai tersangka dalam pusaran kasus yang sama, mengindikasikan adanya dugaan perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama.
Kasus yang menjerat bos jaringan media Disway ini bukanlah perkara ringan. Penyidik Polda Jatim mempersangkakan Dahlan Iskan dan Nany Wijaya dengan serangkaian pasal pidana berlapis dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Sangkaan utamanya adalah Pasal 263 KUHP yang mengatur tentang tindak pidana pemalsuan surat, sebuah kejahatan yang dapat merusak tatanan administrasi dan kepercayaan.
Selain itu, keduanya juga dijerat dengan Pasal 374 KUHP mengenai penggelapan dalam jabatan.
Penerapan Pasal 374 KUHP ini menjadi sorotan utama, karena pasal ini secara spesifik menyasar perbuatan penggelapan yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki barang karena ada hubungan kerja atau karena jabatannya.
Baca Juga: Pansus DPRD Jatim Dorong Ketahanan Keluarga Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Hal ini menguatkan dugaan bahwa kasus ini berakar dari aktivitas Dahlan Iskan saat masih memegang posisi strategis di lingkungan pelapor.
Tak berhenti di situ, penyidik juga menyertakan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan biasa dan Pasal 55 KUHP, yang mengatur tentang penyertaan dalam tindak pidana.
Artinya, pihak kepolisian menduga kejahatan ini dilakukan tidak seorang diri, melainkan melalui sebuah persekongkolan atau kerja sama.
Bermula dari Laporan Jawa Pos
Usut punya usut, eskalasi kasus ini merupakan tindak lanjut dari sebuah laporan polisi yang telah dibuat hampir setahun lalu. Kasus ini pertama kali bergulir setelah adanya laporan dari Rudy Ahmad Syafei Harahap, yang bertindak atas nama Jawa Pos, pada 13 September 2024.
Laporan tersebut menjadi dasar bagi Ditreskrimum Polda Jatim untuk melakukan serangkaian penyelidikan mendalam, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi hingga pengumpulan alat bukti, yang kini berujung pada penetapan status tersangka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
-
Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji
-
Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan
-
Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat
-
Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang