Budi Arista Romadhoni | Baehaqi Almutoif
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 09:43 WIB
Ilustrasi penyediaan MBG oleh Badan Gizi Nasional. [Antara]

SuaraJatim.id - Anggota DPRD Jatim Khusnul Arif menyoroti keberadaan Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang belum merata sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Khusnul Arif berharap agar operasional SPPG di Kabupaten dan Kota Kediri bisa segera merata.

“Informasi yang saya terima, di Kediri misalnya baru ada sekitar 25 SPPG yang beroperasi. Padahal, dengan jumlah penduduk 1,6 juta di kabupaten dan lebih dari 300 ribu di kota, untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah, ibu hamil, dan balita setidaknya dibutuhkan sekitar 125 SPPG,” ujarnya.

Politikus NasDem itu menyadari untuk memenuhi jumlah tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar.

"Mitra SPPG juga perlu waktu membangun dan melengkapi sarpras sesuai ketentuan BGN. Yang saya dengar, hampir semua kecamatan di Kediri kuotanya sudah penuh. Artinya, banyak SPPG yang sedang berproses,” katanya.

Namun demikian, Arif menilai, keberadaan SPPG sangat dibutuhkan untuk mendukung suksesnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena itu, pihaknya mendorong agar target yang telah dicanangkan Badan Gizi Nasional (BGN) bisa segera terwujud.

Sebelumnya, arif menghadiri Sosialisasi dan Penandatanganan MoU antara SPPG dengan lembaga penerima manfaat di Pendopo Kecamatan Gurah pada 27 Agustus 2025.

Tercatat dua SPPG resmi menandatangani MoU, yakni SPPG Wonojoyo dengan 27 lembaga penerima manfaat dan SPPG Gabru dengan 24 lembaga penerima manfaat. Kedua SPPG tersebut dijadwalkan mulai beroperasi awal September 2025.

“Di Kecamatan Gurah memang belum ada SPPG yang jalan. InsyaAllah awal September dua SPPG itu mulai beroperasi,” tambahnya.

Baca Juga: Bansos Berujung Judi Online? DPRD Jatim Desak Sanksi Berat untuk Penerima Nakal

Lebih lanjut, Arif menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Timur diharapkan mampu memperbaiki status gizi anak-anak sekaligus menekan angka stunting.

“Harapan saya, melalui program ini akan terjadi perbaikan signifikan pada gizi anak-anak. Kalau gizi mereka baik, mereka lebih sehat, lebih semangat belajar, dan prestasinya meningkat,” ujar Arif.

Arif menegaskan, agar program ini berhasil dibutuhkan kerja sama semua pihak, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan swasta.

Load More