- Nelayan di Jawa Timur sulit mendapatkan solar.
- Nelayan harus menebus solar dari pedagang eceran yang harganya bisa mencapai Rp8 ribu per liternya.
- Pemprov Jatim harus turun tangan dengan berkoordinasi bersama Pertamina untuk memastikan nelayan mendapatkan solar dengan mudah.
SuaraJatim.id - Anggota DPRD Jatim Multazamudz Dzikri menyoroti sulitnya nelayan mendapatkan solar. Dia meminta Pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim segera turun tangan menyelesaikannya.
Politikus PKB itu mengaku mendapat keluhan dari para nelayan terkait sulitnya mendapatkan solar. Mereka terpaksa membelinya dari pedagang eceran yang harganya lebih mahal.
"Nelayan sulit mendapatkan solar, akibatnya harga tinggi pun dibeli,” kata Multazam, Senin (6/10/2025).
Harga solar di pedagang eceran jauh lebih mahal dari resminya. Para nelayan mendapatkannya di harga Rp Rp8.000 per liter. Tentu kondisi ini semakin membuat kondisi mereka semakin sulit.
Namun demikian, pihaknya tidak bisa menyalahkan pedagang eceran yang mencari keuntungan. Melainkan butuh sentuhan dari Pemprov Jatim untuk mengatasi hal tersebut.
Multazam berharap pemerintah provinsi hadir untuk menjawab masalah kebutuhan solar para nelayan. “Saya berharap Gubernur mau hadir menjawab keluhan nelayan," tegasnya.
Perlu ada program pemerintah provinsi yang bisa mengena langsung ke nelayan, termasuk intervensi ketersediaan solar.
Pihaknya mendorong Pemprov Jatim melalui Dinas Kelautan dan Perikanan membantu mempermudah nelayan dalam mendapatkan barcode MyPertamina, agar mereka bisa membeli BBM subsidi secara resmi.
"Tercatat 245.145 nelayan di Jawa Timur belum tersentuh program pemerintah. Belum nampak kebijakan Gubernur yang pro nelayan,” katanya.
Baca Juga: DPRD Jatim Minta Rencana Penghapusan Pajak Alat Berat Dikaji Ulang
Dia juga meminta pemprov berkoordinasi dengan Pertamina untuk memperbanyak mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di daerah padat nelayan. "Misalnya di Lekok, Kraton, dan Nguling di Pasuruan. Ini akan sangat membantu para nelayan,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur
-
36 Kali Karhutla Landa Magetan Selama September, 52 Hektare Lahan dan Hutan Terdampak
-
Duh! Pipa PDAM Putus Terdampak Proyek Jembatan, Warga Surabaya Antre Air Bersih
-
MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Transaksi Digital hingga Bisnis UMKM
-
Gubernur Khofifah Sampaikan Keberhasilan Nawa Bhakti Satya Saat Pimpin Upacara Hari Jadi ke-81Jatim