- Fraksi-fraksi DPRD Jatim memberikan beberapa catatan Raperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam.
- Beberapa catatan di antaranya, adanya sinergi antar-lembaga, seperti perguruan tingi, lembaga riset, dan BUMD.
- Catatan lainya terkait alokasi anggaran harus mencerminkan keberpihakan nyata kepada pembudi daya ikan dan petambak garam, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.
SuaraJatim.id - Fraksi-fraksi DPRD Jatim sepakat melanjutkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam.
Meski demikian, ada beberapa catatan yang ditekankan oleh sejumlah fraksi DPRD Jatim.
Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Abrari dalam rapat paripurna menyampaikan beberapa rekomendasi agar raperda yang sedang dibahas ini bisa berjalan efektif, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat kecil.
Pihaknya berharap pemerintah provinsi segera menyusun regulasi pelaksana dan rencana aksi yang konkret, terukur, dan berorientasi pada hasil. "Setiap program perlu memiliki sasaran dan indikator kinerja yang jelas agar raperda ini dapat benar-benar menjangkau masyarakat di tingkat akar rumput," ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Fraksi PDIP juga menyarankan agar ada sinergi dengan perguruan tingi, lembaga riset, dan BUMD. Kolaborasi antar-lembaga ini dibutuhkan untuk mempercepat transfer teknologi, inovasi, dan peningkatan kualitas produksi.
"Sinergi ini juga berperan sebagai jembatan antara hasil penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat, sehingga kebijakan tidak berhenti pada tataran konsep semata," ungkapnya.
Kemudian dibutuhkan dukungan anggaran yang proporsional dan berkesinambungan. "Alokasi anggaran dalam APBD harus mencerminkan keberpihakan nyata kepada pembudi daya ikan dan petambak garam, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif. Dengan dukungan sumber daya yang cukup, program pemberdayaan dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan," katanya.
Abrari mengingatkan agar ada penguatan koperasi dan kelompok usaha rakyat sebagai pondasi ekonomi kerakyatan.
"Hal ini memberikan akses permodalan, pemasaran, dan perlindungan harga, sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong sebagai basis kemandirian ekonomi rakyat," tegasnya.
Baca Juga: Waka DPRD Jatim Bongkar Jurus Mojokerto Bebaskan Tunggakan BPJS: Daerah Lain Bisa Meniru
Terakhir, pihaknya mengingatkan agar pelaksanaan raperda ini juga disertai dengan mekanisme evaluasi yang terbuka dan melibatkan masyarakat serta lembaga indipenden.
Juru Bicara Fraksi PAN DPRD Jatim Moch Aziz di rapat paripurna memberikan beberapa catatan, di antaranya mengenai definisi pembudi daya ikan yang hanya dibatasi dalam 'ikan kecil'.
Diperlukan definisi yang lebih rinci lagi, karena banyak ragamnya. Jika hanya pembudidaya ikan kecil yang merupakan orang dengan mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Memang itu perlu mendapat prioritas dan keberpihakan. Namun demikian perlu mengatur pula pengaturan pembudidaya ikan selain pembudidaya ikan kecil," ungkapnya.
Sedangkan untuk pendanaan dalam rangka pelindungan dan pemberdayaan pembudi daya ikan dan petambak garam, Fraksi PAN mengusulkan agar diatur secara subtansinya.
Aziz sempat menyinggung mengenai istilah 'strategi pelindungan' dan 'strategi pemberdayaan' yang digunakan, perlu penyesuaian dengan ketentuan dalam undang-undang yang menjadi rujukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Berawal dari DM Instagram ke Wali Kota Eri, RPU Ilegal di Surabaya Akhirnya Digulung
-
Bertaruh Nyawa Padamkan Bromo: Sekuriti Hotel Itu Akhirnya Gugur
-
BRI Dukung Pengembangan Talenta Muda Indonesia Melalui Magang Nasional 2026
-
BRI Hadirkan Exclusive Healthcare Services untuk Nasabah Prioritas
-
Isu Uang Damai Kasus Narkoba Menggoyang Surabaya: Polisi Bantah Lepaskan 2 Pria Asal Peneleh